MUI Jelaskan Perihal Imbauan Meniadakan Shalat Berjemaah

Ketua MUI Payakumbuh Buya Mismardi.
Ketua MUI Payakumbuh Buya Mismardi. (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -

Menanggapi adanya imbauan untuk meniadakan shalat berjemaah di masjid atau musala, Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Payakumbuh Mismardi angkat bicara.

Ia mengatakan agar masyatakat tidak salah paham dan memahami imbauan yang telah di keluarkan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 tersebut.

baca juga: Pulang dari Rantau, Satu Orang Warga Lima Puluh Kota Positif COVID-19

Menurutnya, banyak pertimbangan sebelum pihaknya memutuskan untuk mengeluarkan imbauan terkait meniadakan shalat berjemaah di masjid atau musala.

Lebih lanjut, ia menjelaskan keputusan tersebut adalah keputusan yang sangat berat tapi ia harus memahami apa yang saat ini tengah terjadi.

baca juga: Jemaah Lunas Bipih Berangkat Tahun Depan

"Salah satu pertimbangan saat memutuskan hal tersebut yaitu Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 ditambah dengan Maklumat dan Tausiyah bernomor 003/ MUI -SB/III/2020 dari MUI Sumbar. Saat ini memang daerah kita Payakumbuh belum ada yang terjangkit atau positif COVID-19. Tapi bukan berarti tidak akan ada dan ini adalah salah satu langkah pencegahan kita sebelum ada yang terdampak," ujarnya.

Ia menambahkan imbauan ini bertujuan untuk menghindari adanya kerumunan atau keramaian karena kegiatan salat berjemaah di masjid.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

Menurutnya, kerumunan tersebut sifatnya umum dan sama halnya dengan larangan kegiatan yang membuat keramaian serta kerumunan karena ibadah dari agama lain.

"Imbauan ini juga tidak hanya di agama islam. Kemudian juga banyak dalil terkait wabah yang mendukung adanya imbauan yang telah di keluarkan. Untuk itu masyarakat diminta untuk memahami dan tidak salah paham dengan imbauan yang telah dikeluarkan ini," kata Buya Mismardi, Kamis 2 April 2020.

baca juga: Bersiap Menuju New Normal, Kafe di Padang Perketat Protokol Kesehatan Untuk Pengunjung

Sebelumnya, dikatakan Buya Mismardi bahwa imbauan untuk peniadaan salat berjemaah di masjid dan musala sebenarnya sudah selesai dan ditandatangani sejak Sabtu 28 Maret 2020 lalu. Namun masih ada sebagian masjid yang belum mendapati imbauan tersebut khususnya di daerah -daerah.

"Sebagian masjid telah sepakat untuk tidak menggelar salat berjamaah. Tapi tetap mengumandangkan azan seperti biasanya. Kami akan terus melakukan sosialisasi terkait ini, baik melalui pemberitaan media massa atau Imbauan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, imbauan ini sendiri juga diperkuat dengan kesepakatan bersama antara MUI , Dewan Masjid, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang diketahui oleh ketua gugus tugas yakni Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan Kemenag Payakumbuh yang dilaksanakan Rabu 1 April 2020 kemarin.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri