Harga Gambir Merosot Tajam, Petani di Lima Puluh Kota Menjerit

Gambir.
Gambir. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Sejumlah petani gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota menjerit akibat merosot tajamnya harga gambir dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis (2/4) siang, harga gambir perkilo hanya Rp15 ribu.

"Harga gambir saat mungkin yang termurah dalam satu tahun terakhir. Sulit sudah pasti," kata salah seorang petani gambir asal Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota , Idel (43), Kamis (2/4).

baca juga: Kodim 0306 Lima Puluh Kota Terima Bantuan APD dan Vitamin

Untuk Nagari Simpang Kapuak sendiri, sebagian besar penduduk memang menggantungkan hidup terhadap hasil ladang gambirnya. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak ada pilihan lain bagi petani gambir, selain menambah hutang.

"Kalau tidak berhutang bagaimana bisa membeli beras dan kebutuhan lain," jelasnya.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran

Dalam beberapa bulan terakhir, para petani memang cukup kesulitan untuk menggantungkan hidup terhadap hasil panen gambir . Dengan harga yang berkisar Rp23 ribu sampai dengan Rp27 ribu, petani masih cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan harga gambir yang kini Rp15 perkilo, petani hanya bisa mendapat penghasilan sekitar Rp42 ribu sampai Rp53 ribu perhari.

baca juga: Hari Ketiga Pencarian, Warga Lima Puluh Kota Masih Belum Ditemukan

"Dalam seminggu itu kita bisa menghasilkan gambir sekitar Rp20-25 kg. Dengan harga gambir Rp15 ribu tentu itu jauh dari cukup," jelasnya.

Petani lain, Angga (27) mengakui, dirinya cukup kesulitan untuk mememenuhi keutuhan dengan harga gambir yang merosot tajam seperti saat ini.

baca juga: Kabar Baik, Satu Lagi Pasien Asal Lima Puluh Kota Sembuh COVID-19

"Ketika sudah berhemat, uang yang didapat tetap tidak mencukupi," katanya.

Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan petani , merosotnya harga gambir tidak lepas dari wabah COVID-19 yang kini tengah mewabah di dunia. Negara India yang selama ini jadi tujuan utama ekspor gambir tengah berjuang menghadapi virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China tersebut.

"Informasinya, ekspor ke India tidak bisa dilakukan, sehingga gambir menumpuk di gudang-gudang besar," kata Ali (53), salah seorang pembeli gambir di Simpang Kapuak. (*)

Editor: Taufik Hidayat