Satu ODP COVID-19 di Solsel Meninggal Dunia

Kadis Kesehatan Solsel Novirman
Kadis Kesehatan Solsel Novirman (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF -Satu Orang Dalam Pengawasan (ODP) COVID-19 di Solok Selatan ( Solsel ) meninggal dunia, Rabu 1 April 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman mengatakan ODP tersebut pulang dari Medan, Sabtu 21 Maret 2020.

baca juga: Kadis Perdagangan Padang: Kita Ingin Tes Swab hingga 2000 Orang

"Almarhum Notifikasi tanggal 21 Maret, dan tanggal 22 mengalami gejala demam sehingga statusnya berubah dari notifikasi menjadi ODP," jelasnya.

Dia melanjutkan hari ke-12 ODP ini meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung dikebumikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) COVID-19.

baca juga: Rumah Sakit Yang Akan Dijadikan Rujukan COVID-19 di Mentawai Rusak Parah

"Meskipun hasil laboratorium belum keluar SOP COVID-19 tetap diberlakukan bagi ODP," jelasnya

Dia mengingatkan kepada setiap orang notifikasi COVID-19 agar mematuhi aturan untuk mengisolasi diri dirumah selama 14 hari.

baca juga: Kluster Pasar Raya Padang Telah Lakukan Tes Swab kepada 1772 Orang

"Masa inkubasi virus COVID-19 selama empat belas hari, jika tidak ada gejala selama 14 hari itu maka orang notifikasi boleh beraktivitas sebagaimana biasa," katanya.

Namun imbuhnya, Jika dalam masa 14 hari itu, misalnya hari kedua, ketiga dan seterusnya sampai 14 hari jika ada gejala COVID-19 seperti demam, batuk, flu dan sesak nafas maka statusnya ditingkatkan menjadi ODP.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 2 Juni, Berikut Rincian 7 Penambahan Positif dan 5 Sembuh

"Jika gejala ringan ODP namun jika berat statusnya lansung Pasien Dalam Pengawasan atau PDP," jelasnya.

Menurutnya jika orang notifikasi mengindahkan aturan selama 14 hari itu, jika ada virus maka akan hilang dengan sendirinya.

"Dengan memperkuat Daya tahan tubuh, seperti memakan makanan bergizi, Vitamin C dan E, maka imun tubuh dengan sendirinya akan mampu melawan dan membunuh virus tersebut," jelasnya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Rezka Delpiera