Sumbar Terima Bantuan 4000 Rapid Tes, Dibagikan Untuk Rumah Sakit Penanganan COVID-19

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur menyampaikan, Sumatera Barat mendapatkan bantuan Rapid Test dari Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 4000 unit.

Rapid Test tersebut saat ini sudah berada di gudang logistik BPBD Sumbar dan segera dibagikan untuk rumah sakit yang menangani pasien COVID-19.

baca juga: Pulang dari Rantau, Satu Orang Warga Lima Puluh Kota Positif COVID-19

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pembagian. Sebab secara teknis mereka yang tahu kebutuhan rumah sakit," ujarnya, Kamis, 2 April 2020.

Dijelaskannya, secara umum kegunaan Rapid Test untuk mengetahui apakah orang yang diperiksa perlu uji laboratorium.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

"Untuk lebih jelasnya kegunaan Rapid Tes ini Dinas Kesehatan yang bisa menjelaskannya," tukasnya.

Apa Itu Rapid Test?

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 6 Juni, 54,37 Persen Pasien Dinyatakan Sembuh

Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir