Jumlah PTT Meningkat, Pemko Solok Berlakukan Jam Malam

Wako Solok, H. Zul Elfian rapat bersama Forkompinda dan tokoh masyarakat
Wako Solok, H. Zul Elfian rapat bersama Forkompinda dan tokoh masyarakat (Ist)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Seiring semakin meningkatnya jumlah Pelaku Perjalanan dari Daerah Terjangkit (PPT), Pemerintah Kota Solok mengeluarkan kebijakan pemberlakuan jam malam.

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas lagi di luar rumah mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Pemberlakuan jam malam dimulai pada Jum'at (3/4/2020) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Menurut Wali Kota Solok , H. Zul Elfian, penerapan jam malam bagi masyarakat di Kota Solok dilakukan setelah melalui rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) pada awal April 2020.

"Jumlah PTT yang masuk kota Solok semakin meningkat, Untuk menakan potensi penyebaran virus Corona maka perlu kita berlakukan jam malam," sebut Zul Elfian didampingi Kabag humas, Nurzal Gustim, Jum'at (3/4/2020).

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

Menurutnya, pemberlakuan jam malam bukan untuk mengekang warga dalam beraktivitas, namun memang untuk mencegah penyebaran Corona . Masyarakat diimbau untuk mengikuti anjuran dan himbauan pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19.

"Kita minta, masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada penerapan jam malam tersebut, ini demi kebaikan kita bersama di kota Solok ," tegasnya.

baca juga: Setelah Diambil Sampel Swab ASN Solsel Dilarang Keluar Rumah

Selain itu, Pemerintah Daerah meminta pengelola kegiatan usaha yang berkegiatan malam hari untuk tidak membuka warung kopi/cafe, tempat hiburan, tempat makan dan minum, pasar, swalayan, wahana permainan, tempat wisata dan rekreasi, tempat olahraga, tempat usaha lainnya.

Termasuk juga angkutan umum, diminta juga tidak melakukan aktivitas pada penerapan jam malam tersebut, kecuali bagi angkutan umum yang melayani masyarakat dan/atau kebutuhan pokok masyarakat, dilengkapi dengan surat tugas atau dokumen yang menjelaskan aktivitas kerja.

baca juga: DPRD Sumbar Soroti Realisasi Penerimaan dan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah

"OPD, Camat, Lurah dan Aparat Penegak Hukum terkait akan melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pengusaha dan masyarakat terhadap penerapan jam malam," tutupnya.

Sementara itu, salat berjamaah dan salat Jum'at di Masjid dan musala masih ditiadakan. Salat Jum'at diganti dengan salat Zuhur dan salat wajib dilakukan di rumah masing-masing, serta kegiatan ceramah agama yang melibatkan banyak orang masih ditunda.

Penulis: Syafriadi | Editor: Ramadhani