Pemprov Sumbar Siapkan 9 Tempat Karantina COVID-19, 6 untuk ODP, 3 untuk Positif Ringan

Gubernur Sumbar (kanan), Irwan Prayitno bersama Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Erwin Yunaz.
Gubernur Sumbar (kanan), Irwan Prayitno bersama Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Erwin Yunaz. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Gubernur Sumbar , Irwan Prayitno menyebut, pemerintah provinsi menyiapkan sebanyak sembilan tempat karantina untuk penanganan kasus COVID-19.

"Dari jumlah itu, enam untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) COVID-19 dan tiga untuk pasien positif COVID-19 ringan," kata Gubernur Sumbar IP, Jumat (3/4).

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Kota Padang Baru 25 Persen

Selain sembilan tempat karantina yang disiapkan Pemprov Sumbar tersebut, IP menyebut, bahwa beberapa kabupaten kota juga menyiapkan sejumlah tempat karantina di daerah mereka masing-masing.

" Payakumbuh juga sudah. Selain itu, ada Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, Sawahlunto, Sinjunjung, dan Padang," jelas IP.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Dijelaskan IP, dalam penanganan wabah COVID-19, pihak Pemprov Sumbar telah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian. Untuk yang kembali dari luar provinsi, dilakukan pengetatan di perbatasan.

"Ada sembilan perbatasan darat yang penjagaannya kita perketat. Setiap yang datang diperiksa, alamat rumahnya ditandai dan diserahkan kepada kabupaten kota untuk memantau langsung," kata politisi PKS itu.

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

Untuk di dalam provinsi, semua kegiatan sudah dilarang di luar rumah, mulai dari sekolah, kerja, dan ibadah dilakukan dari rumah.

"Semua dari hulu ke hilir kita kendalikan, semua kita cek, yang punya gejala atau tidak. ODP di rumah kalau tidak bisa ada karantina ODP," tegas IP.

baca juga: Setelah Diambil Sampel Swab ASN Solsel Dilarang Keluar Rumah

Khusus bagi kabupaten kota yang sampai sejauh ini masih zero kasus positif, IP mengingatkan pemerintah daerah tetap waspada. Menurutnya, zero positif bukan jaminan bahwa di daerah tersebut belum ada warganya yang terpapar virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuuhan, China itu.

"Ini tergantung kekuatan laboratorium untuk memeriksa. Orang yang berkeliaran di sini ( Payakumbuh ( bisa jadi positif, tapi dia tidak merasa karena belum dicek di laboratorium. Ini kondisi bahaya,

jangan banyak di luar, di rumah saja," imbau gubernur. (*)

[Hms- Sumbar ]

Editor: Taufik Hidayat