Demi Kemaslahatan, Masyarakat Pessel Diminta Ikuti Maklumat MUI Soal Salat Berjamaah

Keputusan Maklumag MUI Pessel dipasang di salah satu Masjid di Painan
Keputusan Maklumag MUI Pessel dipasang di salah satu Masjid di Painan (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat keluarkan maklumat terkait ditiadakannya salat berjamaah dan menghimpun umat di masjid dan musala untuk sementara waktu dalam menyikapi penyebaran COVID-19.

Ketua Umum MUI Pesisir Selatan , Asli Sa'an menyebutkan, pertimbangan maklumat itu merupakan penegasan terhadap imbauan MUI Pessel sebelumnya. Sebab, setelah diimbau untuk menaati keputusan MUI terkait pencegahan COVID-19, masih ada masjid dan musala yang mengabaikan.

baca juga: Polres Sijunjung Serahkan Bantuan 10 Ton Beras ke Masyarakat Terdampak COVID-19

Bahkan ada katanya, masjid yang dinaungi pemerintah setempat, masih belum mengindahkan. Padahal, imbauan tersebut sudah dibuat dengan berbagai alasan, beserta dalil terkait COVID-19.

"Maka dengan itu, sesuai kondisi Pesisir Selatan saat ini, dan mempertimbangkan sesuai Fatwa MUI tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi corona ini, serta maklumat dan taushiyah MUI Sumbar. Kami juga putuskan keluar maklumat dengan segala pertimbangan," ungkap Asli Sa'an saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Jumat 3 April 2020.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 5 Juni, Positif 607, Sembuh 333, Meninggal 27

Ia menegaskan, sebagai pertimbangan dan menyangkut kemaslahatan, dan keselamatan umat, hal itu telah dikeluarkan sejak 28 Maret 2020. Sebagai dasar agar seluruh umat Muslim serta pengurus masjid dan musala serta bisa memaklumi.

"Dan itu kami rekomendasikan, kepada ormas islam dan pengurus masjid dan musala untuk mendorong umat ta'awun dan tafakul (saling peduli). Serta mengimbau kepada ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai tokoh masyarakat untuk sama-sama mensosialisasikan maklumat ini," terangnya.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

Diketahui maklumat yang dikeluarkan MUI Pesisir Selatan ini, bernomor : 01/Maklumat- MUI P.S/III/2020, tertanggal sejak 28 Maret 2020 lalu ditandatangani Ketua Umum MUI Pesisir Selatan , H. Asli Sa'an, SH, MH, dan Sekretaris, Aprinal.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat, Asli Sa'an juga telah menghimbau, masyarakat Muslim di daerah itu untuk tidak dulu salat Jumat dan salat berjamaah demi mencegah penyebaran COVID-19.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Asli Sa'an menegaskan, hal itu sehubung dengan masa darurat Pesisir Selatan dalam menghadapi COVID-19. Terutama setelah adanya, satu orang yang positif Covid-19 asal daerah tersebut, Maret lalu.

Dijelaskan, ketentuan dalam salat Jumat memang telah diajurkan wajib bagi laki-laki. Bahkan, dalam penekanannya, tiga kali berturut-turut tidak melaksanakan salat Jumat hatinya bisa membeku (tertutup).

Namun, pada suatu ketika, ada hal yang tidak lagi mewajibkan dan mengganti dengan salat Dzuhur, seperti kondisi wabah saat ini. Sebab, diyakin untuk memutus mata rantai wabah perlu menghidari kerumanan orang, dan aktivitas yang menghimpun orang banyak.

Ia mengingikan, imbauan ini tidak menjadi buah perdebatan di tengah umat. Apalagi di tengah wabah saat ini, MUI tentu lebih bijak mempertimbangkan dampak mudarat dari apa yang dikerjakan.

Sesuai data perkembangan dampak COVID-19, Kamis 2 April 2020 sekitar pukul 13.00 WIB, jumlah warga terkait penanganan dan pencegahan COVID terus mengalami fluktuatif.

Jumlah orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 221 orang, notifikasi masih sebanyak 2.550 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 3 orang, dan positif genap 2 orang.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera