Puncak COVID-19, Bisa Terjadi Saat Idul Fitri, Nasrul Abit: Pantau Perantau Pulang Kampung!

Wagub Sumbar Nasrul Abit
Wagub Sumbar Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)
PADANG, KLIKPOSITIF - Berdasarkan kajian tim ahli COVID-19, penyebaran penyakit berbahaya ini di Sumatera Barat puncaknya mencapai lebaran nanti.

Tim ahli yang dibentuk Pemprov Sumbar tersebut terdiri dari peneliti dari beberapa Universitas. Dalam kajiannya hal itu bertepatan dengan momen pulang kampung, yang telah menjadi tradisi tahunan perantau asal Sumatera Barat.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pempek Sumbar), sangat berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah. Sehingga, angka penyebaran COVID-19 dapat ditekan. Bahkan, diputus mata rantainya.

"Sehingga prediksi puncak itu, tidak terjadi," kata Nasrul Abit, Wagub Sumbar usai menerima laporan tim ahli di kantor Gubernur, Jumat 3 April 2020

baca juga: Begini Cara UMKM Binaan Pertamina Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov Sumbar, bersama kepala daerah se Sumatera Barat dan pihak terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Termasuk imbauan tidak pulang kampung bagi perantau .

Selain itu juga dilakukan "Pembatasan Selektif", memeriksa dan mendata seluruh orang masuk ke Sumatera Barat. Data itu akan diteruskan oleh petugas gabungan perbatasan ke Gugus penanganan COVID-19 untuk selanjutnya diteruskan hingga ke tingkat RT dan RW.

baca juga: Antisipasi Terjadinya Coret-coretan, MTsS Lubuk Kilangan Umumkan Kelulusan Lewat Blog

"Ini harus benar diantisipasi. Pendatang dan perantau yang datang di awal, saat dan setelah lebaran,"ujar Nasrul Abit,

Nasrul Abit berhadap, agar semua Kabupatendan Kota terutama di sembilan pintu masuk jalur darat serta Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mendata semua pendatang ini. Melaporkan, mencatat berapa jumlah orang yang datang perhari. Kemudian sampaikan langsung ke Bupati atau gugus tugas Kabupaten atau kota masing-masing, sehingga mereka itu benar-benar tercover.

baca juga: DPRD Sumbar Soroti Realisasi Penerimaan dan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kata Nasrul, juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak berpandangan negatif terhadap mereka yang terpapar COVID-19. Karena, penyakit ini bukanlah aib. Hanya saja, masyarakat mulai dari tingkat RT dan RW, diminta untuk sama-sama berperan aktif memantau mereka yang baru saja datang dari luar, terutama yang dari daerah-daerah yang sudah terpapar COVID-19.

"Bisa mendeteksi dan mengawal para pendatang tersebut. Isolasi diri, periksa kesehatannya. Baik pak RT, RW, Jorong dan Korong, semua mengawasinya. Dan Masyarakat sekitar, juga ikut mengawasi. Tapi, jangan berpandangan negatif terhadap mereka. Ini bukan Aib. Tapi, kita butuh keterusterangan setiap pasien kita. Mereka harus terus terang bahwa pernah merasa demam, pernah ketemu dengan orang terpapar. Terus terang saja, sehingga penanganan kesehatannya lebih baik," tutup Nasrul Abit. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir