Ridwan Kamil Yakini Kasus Covid-19 Berlipat-Lipat, Pemprov Jabar Beli Alat ke Korsel

Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Screenshoot video instagram ridwankamil)

KLIKPOSITIF - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, kalau semakin banyak orang yang menjalanirapid testvirus corona covid-19, maka semakin banyak data orang terpapar ditemukan.

Akan tetapi, dikarenakan alatrapid testyang ada hanya sedikit, maka data warga terpapar Covid-19 pun seolah sedikit.

baca juga: Pasien Positif 11 Asal Tanah Datar Dinyatakan Sembuh COVID-19

RK sempat membandingkan denganrapid testyang dilakukan Korea Selatan, di mana per harinya sanggup menjalani 15 ribu kali tes.

Sedangkan di Indonesia, semua pengetesan harus diuji ke laboratorium milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang hanya sanggup menangani 200 tes sampel.

baca juga: Bertambah 5, Total Sembuh Corona Sumbar Capai 277 per 3 Juni

"Menkes bilang Litbangkes itu sanggup 200 sampel per hari, padahal Korsel bisa tes 15 ribu sampel per hari, sementara pemerintah pusat, Kemenkes, Litbangkesnya hanya 200 per hari," kata RK saat melaporkan progres penanganan Covid-19 kepada Wakil Presiden Maruf Amin melalui video konferensi, Jumat (3/4/2020) melansir suara.com.

Oleh karena itu, RK memutuskan untuk melakukan pengecekan sampel sendiri. Alatnya dibeli oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Korea Selatan. Setidaknya ada 50 riburapid testyang ia bagikan ke seluruh kota dan kabupaten di Jabar.

baca juga: Periksa 593 Spesimen, Kasus Positif COVID-19 Sumbar Bertambah 9 per 3 Juni

Pemprov Jabar melakukanrapid testdengan caradoor to doorke rumah warga, di rumah sakit, puskemas dandrive thruuntuk menghindari adanya kontak fisik maupun kerumunan.

Dari 50 riburapid test,hasil yang sudah diperoleh 15 ribu dan 677 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

baca juga: Belajar Dari Pasar Raya Padang, Swab Tes Akan Dilakukan Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Payakumbuh

Melelaui mekanisme itu, RK menilai kalau semakin banyak warga yang menjalanirapid test, maka semakin banyak pula data sebaran Covid-19 yang diketahui pemerintah.

"Saya meyakini sebenarnya hari ini kasus kita berlipat-lipat, tapi karena kecepatan tes tidak sebanyak kita harapkan, maka data itu datang seolah-olah sedikit," ujarnya.

Dalam kesempatan itu RK pun menyampaikan harapannya agar pengetesan Covid-19 untuk warga semakin diperluas.

Ia meyakini provinsi-provinsi lain pun memiliki warga terpapar yang lebih banyak ketimbang data yang diperoleh saat ini.

RK memahami kalau kendalanya ada pada alat tes yang belum memadai.

"Korsel penduduknya 51 juta orang, warga yang dites 300 ribu orang. Sementara kita, DKI juga kurang lebih 15 ribu orang, saya 15 ribu. Kita baru mungkin di level 40 ribuan, hari ini," ujarnya.

"Nah bagaimana mengejar rasio ratusan ribu, itulah peran pemerintah pusat memperbanyak alat tes sehingga kita tahu apa yang harus kita lakukan tanparapid testitu saya tidak akan menemukan ratusan."

Editor: Rezka Delpiera