Cegah Corona, Pemkab Pasbar Bakal Hentikan Operasional Angkutan Transportasi Umum

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat, Rizaldi
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat, Rizaldi (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ), Sumbar, bakal membuat surat edaran terhadap jasa penyedia transportasi umum, untuk meminta menghentikan aktivitas operasi angkutan orang untuk sementara waktu di daerah itu.

Permintaan penghentian operasi angkutan transportasi umum ini berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal tersebut dilakukan pemerintah setempat, untuk meminimalisir penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dan mengatur pergerakan warga.

baca juga: Terkait COVID-19, Dua Pegawai Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman di Tes Swab

"Kita akan membuat surat edar untuk penyedia jasa angkutan umum yang ada di Pasbar , untuk meminta menghentikan operasi kegiatan pelayanan transportasi," sebut Kepala Dinas Perhubungan Pasbar , Rizaldi, Jumat (3/4/2020).

Ia mengatakan, kegiatan penghentian operasi pelayanan angkutan penumpang umum ini seperti AKAP, AKDP, AJAP, AJDP, Angdes dan pariwisata, rencananya akan mulai diberlakukan pada Senin (6/4/2020), hingga batas waktu yang belum ditentukan.

baca juga: Dua Pengedar Ganja Diamankan di Pasbar

Lanjutnya, penghentian ini bertujuan untuk mengatur pergerakan warga dan pencegahan penyebaran, baik yang hendak masuk dan keluar dari Pasbar . Sebab kata dia, setiap riwayat perjalanan orang dari luar daerah pandemi patut diwaspadai terpapar corona.

"Jika nanti ditemukan, ada pelayanan transportasi umum tetap beroperasi melintas ke luar perbatasan, kita akan tindak tegas, salah satunya dengan menurunkan sebagian penumpang dari jumlah kapasitas angkutan," katanya.

baca juga: Polisi Benarkan Laporan PDIP Soal Dugaan Peyebaran Hoaks Terkait Puan Maharani di Pasbar

Misal, angkutan bus kapasitas angkut sebanyak 7 orang penumpang, nanti akan diturunkan sebagian di perbatasan. Meski demikian tindakan yang dilakukan, diimbau kepada para supir atau pengelola kendaraan angkutan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan riwayat perjalanan penumpang yang akan dibawa, baik yang keluar maupun yang masuk.

"Ini tak lain demi keselamatan bersama, riwayat perjalanan orang kita tidak tahu. Keselamatan penumpang dan supir itu sendiri harus dipertimbangkan dan diutamakan, ingat keluarga dirumah dan orang sekitar," jelas Rizaldi.

baca juga: Diduga Sebarkan Gambar dan Pesan Hoaks Puan Maharani, Ketua DPRD Pasbar Dipolisikan

Ia menerangkan, kebijakan ini diambil, terkait wabah corona yang mulai merebak dimana-mana dan demi untuk keselamatan semua, sehingga perlu dilakukan pembatasan pergerakan warga. Begitu juga tindakan tegas terhadap bus penumpang dari luar lintas propinsi.

Artinya bus lintas propinsi yang baru masuk ke Pasbar akan diperiksa ketat terhadap kondisi kesehatan seluruh penumpang dan supir di perbatasan. Semua diperiksa secara detail, baik kondisi tubuh, data riwayat perjalanan, serta akan dilakukan tindakan lainnya.

Disamping itu kata Rizaldi, lain hal dengan kebijakan terhadap angkutan barang yang hendak melintas masuk. pihak nya dengan tegas akan menghentikan di perbatasan.

"Jika angkutan barang ini berasal dari luar daerah Propinsi Sumbar dan diduga dari daerah terpapar corona, diperbatasan kita meminta untuk ditransit barang-barang yang akan masuk ke Pasbar dan terlebih dahulu disemprot pake disinfektan, ini sudah kita berlakukan," tegasnya.

Ia berharap, para operator jasa transportasi angkutan umum dapat bekerjasama dan mematuhi aturan yang akan ditentukan nantinya, karena ini demi kebaikan bersama, agar mata rantai penyebaran corona dapat sesegera mungkin diputus.

Rizaldi menambahkan, saat ini Satuan Gugus Tugas COVID-19 bekerja keras dan berupaya untuk memperketat, mendata riwayat perjalanan dan memeriksa setiap kondisi suhu tubuh orang baru yang hendak masuk ke Pasbar . Saat ini ada 36 personil dari Dishub yang ikut tergabung di perbatasan dengan tim lainnya.

"Semua kita cek kondisi suhu tubuh orang masuk ke Pasbar , jika di atas 38 derajat celcius atau gejala awal corona, ini akan diserahkan ke tim medis untuk dibawa ke RSUD Jambak, agar dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut," katanya.

Catatan Redaksi: Bagi anda warga Kebupaten Pasaman Barat yang merasakan gejala demam tinggi, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas, hubungi Call Center COVID-19 Kabupaten Pasaman Barat di nomor 081363206072, 081396045210, 081219074430 dan 085263011244.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi