Warga Payakumbuh Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi, Ini Penjelasan Wakil Satgas COVID-19

Suasana pemakaman di Payakumbuh.
Suasana pemakaman di Payakumbuh. (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -

Salah seorang warga Kota Payakumbuh berjenis kelamin perempuan dikabarkan meninggal dunia di RS Achmad Mochtar, Sabtu 4 April 2020. Pasien tersebut menurut informasi dirujuk dari RS Yarsi Ibnu Sina Payakumbuh dengan gejala stroke.

Namun beredar kabar kalau pasien tersebut termasuk dalam PDP atau Pasien Dalam Pengawasan. Menanggapi hal tersebut Wakil Satgas COVID -19 RSAM Bukittinggi dr. Deddy Herman SpP(K) FCCP, FAPSR, MCH, FISR saat dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan memang pasien berasal dari Kota Payakumbuh dengan gejala stroke.

baca juga: Penjelasan Ahli Epidemiologi Unand Terkait Positif COVID-19 Tanpa Riwayat Kontak dan Perjalanan

"Pasien berasal dari RS Yarsi Ibnu Sina Payakumbuh dan ternyata ada gejala pneumonia yang dikonsultasikan kepada Saya sebagai dokter paru," ujar dr. Deddy.

Ia menjelaskan pasien meninggal dunia di IGD karena strokenya dan kemudian dibantu dengan alat pernapasan dimana perawat melakukannya tanpa Alat Pelindung Diri (APD). Sementara itu, pasien pun dikirim dari Payakumbuh juga tanpa APD karena memang saat masuk hanya gejala stroke.

baca juga: Pemerintah Akan Terbitkan Protokol Kesehatan bagi Atlet

"Katanya tidak ada riwayat apa-apa, tapi setelah ditanya kepada anaknya ternyata ada pernah kontak dengan orang yang pulang dari Jakarta, tanggal 23 Maret 2020. Artinya itu masih masa inkubasi dan kita akan perlakukan pasien meninggal ini seperti PDP COVID-19," kata Wakil Satgas COVID -19 RSAM Bukittinggi .

Saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien terpapar virus corona atau tidak. Sebab dijelaskannya petugas medis telah melakukan pengecekan atau pemeriksaan melalui swab di Padang.

baca juga: Indonesia Gandeng China dan Korea Kembangkan Vaksin COVID-19

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi