Legislator Sumbar Desak Pemerintah Pusat Penuhi Kebutuhan Penanganan COVID-19 di Daerah

Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama saat di Posko Perbatasan Sumbar Riau.
Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama saat di Posko Perbatasan Sumbar Riau. (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF -

Anggota DPR-RI periode 2019-2024 dari Partai Gerindra Ade Rezki Pratama kunjungi perbatasan Sumbar-Riau, Sabtu 4 April 2020.

Kedatangan politisi Gerindra dari Dapil Sumatera Barat II tersebut juga didampingi Anggota DPRD Provinsi Sumbar Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra, dan Wakil Ketua DPRD Wulan Denura.

Ade Rezki Pratama mengatakan perbatasan Sumbar dengan Provinsi Riau yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan pintu masuk dimana saat ini frekuensi lalu lintas cukup tinggi.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Ia juga melihat bagaimana siklus yang terjadi di perbatasan, mulai dari SOP yang dilakukan hingga kebutuhan dan kendala yang ada di lapangan.

"Saya sangat mendukung secara langsung atau kedewanan semua kegiatan dalam rangka Tanggap Darurat Penanggulan COVID-19 di daerah kita. Alhamdulillah, ini ada sedikit bantuan kepada petugas di perbatasan berupa baju APD luar atau outdoor serta suplemen dan kebutuhan lainnya," kata Ade Rezki Pratama.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh para tenaga medis yang ada di perbatasan.

Kepada KLIKPOSITIF ia menjelaskan pihaknya juga telah mendesak baik pemerintah pusat maupun provinsi dan daerah agar memperlihatkan gerakan nyata yang akan memudahkan aktifitas dalam penanganan dan pencegahan Pandemi COVID-19.

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

"Beberapa waktu lalu, Saya telah melakukan rapat kerja dengan Kemenkes RI, Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pusat yaitu Kepala BNPB. Saya menyampaikan bahwa yang terjadi di Sumbar sudah mengkhawatirkan dan kita tak ingin banyak masyarakat yang berstatus positif dan bahkan ada korban jiwa," katanya.

Ia mengaku telah meminta dan mendesak pemerintah pusat untuk segera mengirimkan berbagai tambahan APD, vitamin, PCR dan sejumlah kebutuhan labor. Hal ini tentunya untuk melengkapi kebutuhan laboratorium sehingga dapat mempercepat proses pengecekan status pasien.

baca juga: Setelah Diambil Sampel Swab ASN Solsel Dilarang Keluar Rumah

"Beberapa waktu lalu, kita selalu kirimkan sampel ke Litbang Kemenkes di Jakarta dan itu memakan waktu lama sekitar 10-14 hari.
Kalau berlarut-larut, kita tidak tahu bagaimana status masyarakat sehingga tentunya yang tidak diisolasi akan rentan terpapar. Untuk itu kita mendesak pengiriman tersebut agar segera labor dilengkapi dalam upaya mempermudah tahapan perawatan, treatment dan kesembuhan pasien," ujarnya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri