DPRD Minta Masyarakat Tak Panik Terkait Pasien COVID 19 yang Meninggal

Suasana pemakaman di Payakumbuh
Suasana pemakaman di Payakumbuh (KLIKPOSITIF/ Ade Suhendra)

PADANG , KLIKPOSITIF - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat meminta masyarakat tidak panik dan cemas terkait pasien COVID-19.

Ketua DPRD Supardi mengatakan untuk pasien dari Kota Payakumbuh belum bisa ditentukan positif COVID-19. "Masyarakat jangan cemas dulu. Pasien yang meninggal siang tadi di Kota Payakumbuh belum bisa ditentukan positif COVID-19. Karena untuk menentukan pasien positif memerlukan proses panjang, sementara dari data Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi juga belum dinyatakan," ujarnya.

baca juga: Kadis Perdagangan Padang: Kita Ingin Tes Swab hingga 2000 Orang

"Sehingga masyarakat tidak perlu cemas. Penanganan yang dilakukan dengan Protap COVID-19 hanya mengantisipasi, sehingga jangan cemas atau terlampau menghantui sehingga kasihan keluarga atau kerabat terdekat pasien," tuturnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Payakumbuh tetap mengantisipasi ini dengan isolasi mandiri untuk pihak keluarga, sehingga tak menjadi trauma bagi keluarga dan masyarakat. "Ini tetap harus dijalankan oleh pemerintah sehingga semua kemungkinan itu bisa diatasi," jelasnya.

baca juga: Kluster Pasar Raya Padang Telah Lakukan Tes Swab kepada 1772 Orang

Sebelumnya, beredar kabar kalau pasien tersebut termasuk dalam PDP atau Pasien Dalam Pengawasan. Menanggapi hal tersebut Wakil Satgas COVID -19 RSAM Bukittinggi dr. Deddy Herman SpP(K) FCCP, FAPSR, MCH, FISR saat dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan memang pasien berasal dariKota Payakumbuh dengan gejala stroke.

"Pasien berasal dari RS Yarsi Ibnu Sina Payakumbuh dan ternyata ada gejala pneumonia yang dikonsultasikan kepada Saya sebagai dokter paru," ujar dr. Deddy.

baca juga: BNNK Payakumbuh Gelar Peringatan Hari Pancasila Secara Online

Ia menjelaskan pasien meninggal dunia di IGD karena strokenya dan kemudian dibantu dengan alat pernapasan dimana perawat melakukannya tanpa Alat Pelindung Diri (APD). Sementara itu, pasien pun dikirim dari Payakumbuh juga tanpa APD karena memang saat masuk hanya gejala stroke.

"Katanya tidak ada riwayat apa-apa, tapi setelah ditanya kepada anaknya ternyata ada pernah kontak dengan orang yang pulang dari Jakarta, tanggal 23 Maret 2020. Artinya itu masih masa inkubasi dan kita akan perlakukan pasien meninggal ini seperti PDP COVID-19," kata Wakil Satgas COVID -19 RSAM Bukittinggi .

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 2 Juni, Berikut Rincian 7 Penambahan Positif dan 5 Sembuh

Saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien terpapar virus corona atau tidak. Sebab dijelaskannya petugas medis telah melakukan pengecekan atau pemeriksaan melalui swab di Padang . (*)

Editor: Fitria Marlina