Jam Malam Belum Efektif di Tanah Datar, Ini yang Dilakukan Tim Gabungan

Tim gabungan memberikan edukasi ke pedagang pasar dan warga Batusangkar
Tim gabungan memberikan edukasi ke pedagang pasar dan warga Batusangkar (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Tim Gabungan dari unsur Kodim, Polres dan Satpol PP dan Damkar Tanah Datar memberikan edukasi kepada pedagang pasar dan warga atas Instruksi Bupati Tanah Datar terkait pemberlakuan jam malam, pukul 22.00 sampai 06.00 Wib.

"Pemberlakuan jam malam ini baru bagi warga Tanah Datar , untuk itu diimbau pedagang pasar dan pengunjung dapat menaatinya demi memutus penularan wabah COVID-19," ujar Koordinator Tim Gabungan Letkol Inf Edi Sugianto Harahap di Pasar Batusangkar, Minggu malam 6 April 2020.

baca juga: Setelah Tutup Dua Bulan, Emersia Hotel Batusangkar Mulai Buka Operasional

Saat melakukan operasional, Dandim 0307 Tanah Datar ini didampingi Wakapolres Kompol Eridal, Kepala Satpol PP dan Damkar Yusnen, serta belasan personil tim gabungan.

Edi menyebut masyarakat yang masih beraktivitas pada jam malam tersebut diminta untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Kemudian pedagang diminta membungkus pesanan makanan pelanggan, dan menyediakan tempat cuci tangan beserta sabunnya.

baca juga: Perintis Radio Pemda Tanah Datar Meninggal Dunia, Wabup : Almarhum Yasrizal Seorang Inisiator

Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Tanah Datar Yusnen mengharapkan seluruh pihak dapat mengerti dan menyadari situasi saat ini dan bersedia menaati seluruh instruksi dan imbauan pemerintah terkait penanganan COVID-19.

Ia menyebut sejak instruksi jam malam diberlakukan sejak 31 Maret 2020, masih ditemukan masyarakat berkumpul di warung-warung kaki lima Pasar Batusangkar, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protokol jaga jarak, keengganan pemilik warung menutup usahanya meskipun telah lewat dari waktu yang ditentukan.

baca juga: BPJamsostek Cabang Padang Berikan Bantuan APD kepada RS Unand

"Untuk itu, tim gabungan akan terus melakukan sosialisasi verbal dan menempelkan pamflet di warung atau kedai yang masih buka, membubarkan masyarakat yang berada sekitar Kota Batusangkar, dan segera menutup kedai agar tidak dijadikan lokasi berkumpulnya pengunjung," tutur Yusnen. (*)

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Eko Fajri