Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Corona, Ini Cara Petugas PLN di Pessel

Eri Syafrianto petugas PLN bagian penagihan dan baca meter di Kambang, Kecamatan Lengayang-Rayon Balaisala, Kabupaten Pesisir Selatan saat memulai hari kerjanya untuk masyarakat
Eri Syafrianto petugas PLN bagian penagihan dan baca meter di Kambang, Kecamatan Lengayang-Rayon Balaisala, Kabupaten Pesisir Selatan saat memulai hari kerjanya untuk masyarakat (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF KKI- Di tengah kondisi COVID-19 yang menganjurkan masyarakat untuk tetap di rumah, masih banyak pihak yang harus bekerja seperti biasa demi kepentingan umum. Tidak hanya petugas medis, namun begitu juga bagi petugas PLN .

Selain mereka harus menjalani tugas harian, mereka juga harus menyampaikan setiap program PLN ke tengah masyarakat, terutama terkait pembebasan tarif listrik yang telah diturunkan pemerintah. Seperti yang dilakoni, Eri Syarianto (41) petugas PLN bagian penagihan dan baca meter di Kambang, Kecamatan Lengayang-Rayon Balaisala, Kabupaten Pesisir Selatan ini. Setelah ada turunan kebijakan Presiden terkait pembebasan biaya tarif listrik, setiap hari ia turun ke lapangan untuk betatap muka dengan masyarakat. Dan selain itu, ia juga aktif di media sosial.

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Kota Padang Baru 25 Persen

"Ya karena ini, merupakan kewajiban kami sebagai petugas. Jadi bagi masyarakat yang belum tahu jajaki secara bertahap. Walaupun sebagian yang lain sudah lebih dulu tahu melalui facebook dan medsos," ungkapnya saat diwawancarai KLIKPOSITIF , Senin April 2020.

Hal ini, sudah dilakikan sejak diberlakukan 4 April 2020 lalu. Di tengah waspada penyebaran COVID-19, ia-pun harus punya tanggungjawab kepada pelanggan. Sebab, katanya minimnya sumber informasi membuat petugas PLN harus bergrilia di lapangan.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

"Ya, wasapada kami sesuai anjuran kantor harus menjaga jarak. Secara bertahap ini, terus kami lakukan, sampai seluruh masyarakat mendapat program ini tersalurkan secara baik," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk mendapatkan keringanan tarif listrik yang ditetapkan pemerintah. Pihaknya harus mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah dan warung yang ada masyarakatnya. Satu-satu dan berkelompok, ia menyampaikan cara untuk mendapat keringanan tagihan listrik tersebut, bagi pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA Subsidi.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Dia menjelaskan terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50 persen kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA. PLN telah menyiapkan mekanisme atau cara mendapatkan program tersebut.

"Dan untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada bulan April, Mei dan Juni. Sementara untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id," terangnya.

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

Sedangkan diskon tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya dengan pengurangan 50 persen. Sementara bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50 persen akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

"Dan mekanisme pengambilan token gratis, dan diskon inilah yang kita sampaikan kepada pelanggan rumah tangga. Dan jika ada yang belum dapat informasi secara jelas, kita yang menghampiri secara langsung," jelasnya.

Sejauh ini, untuk wilayah tugas yang menjadi tanggungjawab hanya sekitar 20 persen pelanggan rumah tanggah yang bisa mengakses program ini. Sedagkan, yang lainnya masih menunggu, dan akan terus digencarkan hingga batas waktu yang telag ditentukan.

"Yang diluar 20 persen itu, kami perkirakan masih belum dapat informasi. Semoga dengan cara kami ini, semua bisa tersentuh dan program pemerintah bisa terealisasi dengan baik," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menggratiskan tarif listrik untuk pelanggan 450 VA (Volt Ampere) selama April, Mei, dan Juni 2020 sebagai stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat, di tengah pandemi virus corona . Selain itu, juga memutuskan memangkas tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan 900 VA.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani