Dampak COVID-19, Pemko Bukittinggi Gratiskan Sewa Pasar Bagi 15 Ribu Pedagang

Pedagang di Pasar Bawah
Pedagang di Pasar Bawah (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -Pemerintah Kota Bukittinggi memutuskan menggratiskan sewa restribusi pasar kepada pedagang . Langkah ini diambil demi meringankan beban pedagang yang tengah terpukul karena sepinya pasar pasca mewabahnya virus corona .

Kepala Bagian Humas Pemko Bukittinggi Yulman menyebut, kebijakan ini efektif dijalankan mulai April hingga Juli mendatang.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

''Gratis sewa pasar ini diperuntukkan untuk semua pedagang . Termasuk biaya kebersihan, digratiskan,'' ungkapnya, Senin 6 Juli 2020.

Kebijakan ini, berlaku di semua pasar, kata Yulman, termasuk untuk PKL Harian, Kios, Toko maupun Grosir.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

''Perbulannya, kita kehilangan sekitar 1 miliar rupiah dari biaya sewa, tapi tidak apa. Ini kebijakan demi meringankan beban masyarakat,'' ungkap kata Yulman.

Lapak Harian di Bukittinggi sewanya 3000 ribu rupiah permeter, toko maupun Lapak Bulanan sebesar 20 ribu rupiah permeter perseginya, sementara khusus grosir di Aur Kuning biayanya 60 ribu rupiah permeter persegi tiap bulannya.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 6 Juni, 54,37 Persen Pasien Dinyatakan Sembuh

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi M.Idris menyebut, ada sebanyak 15 ribuan pedagang yang terbebas dari biaya restribusi ini.

Sementara, salah satu pedagang di Los Lambuang Bukittinggi , Ema mengatakan, ia mengapresiasi penuh langkah pemko yang menurutnya sangat membantu.

baca juga: Pulang dari Jakarta, Seorang Warga Sungai Geringgiang Pariaman Positif COVID-19

"Kini sedang sepi, namun Pemerintah menggratiskan biaya sewa. Saya sangat berterimakasih sebab perbulan saya biasa bayar 200 ribuan," ucap pedagang soto ini.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera