Hampir 8000 Tenaga Kerja di Sumbar Terkena Dampak COVlD-19, Disnakertrans: 418 ter-PHK

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Berdasarkan data yang masuk ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar hingga Senin 6 April 2020, jumlah tenaga kerja yang mendapatkan imbas dari COVlD-19 sebanyak 7.634 orang.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbar, Wilson mengatakan, jumlah tersebut dengan rincian sebanyak 7.216 orang yang dirumahkan, dan 418 orang terPHK.

baca juga: Polres Sijunjung Serahkan Bantuan 10 Ton Beras ke Masyarakat Terdampak COVID-19

"Itu terdiri dari sektor formal dan informal, data ini akan kami laporkan ke kementrian," katanya, Selasa, 7 April 2020 di Padang.

Wilson menjelaskan, prosesnya data dikirimkan oleh HRD perusahaan dan kabupaten kota. Disnakertrans melakukan verifikasi terhadap data tersebut, sebab data yang dikirim ada yang ganda, dan ada yang tidak lengkap.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 5 Juni, Positif 607, Sembuh 333, Meninggal 27

"Datanya banyak sekali, tentu kami harus teliti juga memverifikasinya. Kita juga punya acuan formatnya dari pusat, kalau tidak terpenuhi kami tidak bertanggungjawab karena kami hanya menerima data yang ada," sambungnya.

Alur selanjutnya, di kementrian tenaga kerja nantinya data tersebut akan diverifikasi kembali, setelah itu kementrian tenaga kerja akan mengirimkan data ke kementrian perekonomian bagian Project Management Office (PMO) nanti yang akan menanganinya.

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

"Di PMO inilah nanti final datanya, siapa yang akan mendapatkan kartu pra kerja. Jadi bukan kami yang menentukan dan mengeluarkan kartu pra kerja itu, tapi kementrian

Selanjutnya, Kementrian Perekonomian yang akan mengirimkan email pada yang mendapatkan kartu pra kerja. Untuk kuota, dia mengatakan Sumbar mendapatkan kuota sebanyak 74.920 orang.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

"Mudah-mudahan tercapai semua kuota ini, tentunya kita berharap terpenuhi. Untuk data tenaga kerja yang terdampak Covid-19 ini besok juga akan kembali kita update, dan dikirimkan ke pusat karena itu berpotensi terus bertambah," tuturnya.

Secara umum, tenaga kerja yang paling banyak terkena imbas COVlD-19 adalah bagian pariwisata seperti perhotelan, dan yang lainnya. "Data rinci saya tidak pegang. Insyaallah kami akan kalkulasikan secara menyeluruh dan sesuai bidang kerjanya," tutup Wilson.

Saat ini pihaknya bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dan Kota masih menghimpun data para tenaga kerja di Sumbar yang kehilangan pekerjaan, untuk diusulkan sebagai penerima perlindungan sosial melalui Program Kartu Prakerja dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir