Semua Orang Masuk Pessel Wajib Pakai Masker

Surat instruksi Bupati Pessel mewajibkan pakai masker
Surat instruksi Bupati Pessel mewajibkan pakai masker (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menginstruksikan seluruh masyarakat agar menggunakan masker dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, di daerah itu.

Kepala Bagian (Kabag) Humas, Rinaldi Dasar menyebutkan, instruksi penggunaan masker wajib bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas atau berada di luar rumah untuk kepentingan yang mendesak.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

"Seperti membeli makanan/bahan pangan, berobat/membeli obat atau untuk keperluan yang sangat penting/urgen," ungkapnya pada KLIKPOSITIF , Selasa 7 April 2020.

Menurutnya, instruksi tersebut itu dikeluarkan Bupati nomor: 100/08/GTC-IV/2020 tanggal 6 April 2020. Selain warga dalam daerah, penggunaan masker juga diwajibkan kepada para pendatang dan warga dari rantau.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Canangkan Era Kenormalan Baru di Lima Puluh Kota.

Selain itu, bagi pendatang yang berkeinginan untuk menetap sementara di Pessel , agar dapat melaporkan diri pada wali nagari dan puskesmas terdekat. Selanjutnya, melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Kemudian, bupati juga meminta pada camat, wali nagari dan kepala kampung agar terus mensosialisasikan bahaya Covid-19 dan manfaat memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.

baca juga: Update COVID-19 Sumbar per 6 Juni, 54,37 Persen Pasien Dinyatakan Sembuh

"Tujuan melapor itu untuk memutus mata rantai penyebaran corona di Pessel . Sebab, kini banyak para perantau yang pulang dari rantau. Beberapa di antaranya ada yang dari zona merah," terangnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 pada Selasa, 7 April 2020, total warga Pessel yang berstatus notifikasi tercatat sebanyak 3.376 orang. Angka itu naik dari hari sebelumnya yang hanya 3.290 orang.

baca juga: Pulang dari Jakarta, Seorang Warga Sungai Geringgiang Pariaman Positif COVID-19

Warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga mengalami peningkatan, dari 163 orany pada Senin 6 April 2020, menjadi 167 orang pada posisi Selasa, 7 April 2020.

Sementara 3 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sudah dinyatakan sembuh. 1 orang diantarany sudah pulang dan 2 lainnya masih keluar dari ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang.

"Pasien yang positif masih tetap 2 orang. Kini juga masih dirawat intensif di RSUP M. Djamil Padang. Mudah-mudahan segera ssmbuh, karena perkembangannya terus membaik," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera