Muncul di Sungai, Seekor Buaya Muara Ditangkap Warga Pessel

Seekor buaya muara saat ditemukan warga di Sungai Pasar Baru Bayang-Pessel
Seekor buaya muara saat ditemukan warga di Sungai Pasar Baru Bayang-Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Warga di Nagari Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menangkap seekor buaya berukuran 2 meter, di sungai setempat, Selasa 7 April 2020.

Informasi yang diterima KLIKPOSITIF , penangkapan dilakukan karena khawatir buaya tersebut akan menganggu warga. Sebab, buaya menampakkan diri di sekitaran sungai yang menjadi tempat aktivitas warga.

baca juga: 30 Warga Batangkapas Pessel Jalani Karantina COVID-19

Kepala Seksi Trantib Kecamatan Bayang, Elvi Azman menyebutkan, penemuan buaya itu berawal dari adanya salah seorang warga yang hendak mandi ke sungai. Melihat, kemunculan buaya , dirinya langsung memanggil warga lainnya.

"Setelah diamankan di kantor camat, dalam posisi terikat, kami mengbubungi pihak berwenang di Padang," ungkapnya pada wartawan.

baca juga: Kisah Perantau Minang Tak Bisa Pulang dari Malaysia

Terpisah, Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Konservasi Wilayah Pessel , Bilmar membenarkan adanya penangkapan hewan bernama latin crocodylus porosus porolis itu.

Buaya dengan panjang sekitar 2 meter dan berat lebih kurang 100 kilogram itu masih dikategorikan remaja. Saat ini, BKSDA tengah menyiapkan proses evakuasi untuk penangkaran lebih lanjut.

baca juga: Satu Pasien COVID-19 Asal Pessel Dinyatakan Sembuh

"Jenis kelamin buaya muara itu belum kami ketahui. Mungkin nanti sesampainya di kantor wilayah Padang baru bisa dipastikan. Kini tim telah mengarah ke sini (Bayang) dari arah Padang," terangnya.

Menurutnya, kemunculan buaya itu karena habitatnya kini mulai terganggu, akibat alih fungsi area rawa di sekitar penemuan menjadi pemukiman.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

Padahal sebelumnya, BKSDA telah membuat pamflet di sekitar lokasi penemuan, agar warga tidak mengganggu habitat buaya di lokasi itu. Sebab, buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

Apalagi, selama ini yang menjadi pemicu konflik antara manusia dengan hewan buas akibat kehidupannya yang mulai terdesak. "Kehidupannya meresa terancam, sehingga mencari makan ke alokasi pemukiman warga," tuturnya.

Jembatan Lubuk Kumpai merupakan salah satu habitat buaya . Mereka merasa nyaman di lokasi tersebut. Hal itu mengingat kondisinya yang memang rawa dan dipenuhi dengan tumbuhan nipah.

Untuk itu, dirinya meminta pada masyarakat agar tetap berhati-hati. Jangan sampai bermain sekitar sungai pada sore dan pagi hari. Berdasarkan kebiasaannya, waktu berjemur buaya adalah pagi dan sore hari.

Sedangkan untuk aktivitas mencari makan, buaya biasanya melakukan pada malam hari, menjelang mata hari terbenam. "Kalau populasinya di sini kami perkirakan hanya sekitar 4 ekor," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera