Hazmat Terbatas, Sebagian Tenaga Medis Puskesmas Biaro Masih Pakai APD dari Jas Hujan

Puskesmas Biaro
Puskesmas Biaro (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF -Para tenaga medis di Puskesmas Biaro, Kecamatan Ampek Angkek, Agam -Sumbar mesti melayani pasien yang masuk dengan APD seadanya untuk melindungi diri mereka ditengah pandemi COVID-19, dan terus bertambahnya kasus tersebut di Sumatera Barat dalam beberapa minggu terakhir.

Sebagain dari petugas medis di puskesmas tersebut, kerena keterbatasan APD yang layak atau standar, harus melindungi diri mereka dengan jas hujan, sekedar meminimalisir kemungkinan terpapar virus yang hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya tersebut.

baca juga: Heboh Akun Bodong Mar Yanto, Bacabup Agam Joni Hendra Lapor Ke Polisi

"Sebagian dari kami memang memakai jas hujan. Pakaian hazmat atau dikenal juga dengan nama pakaian dekontaminasi kita ada, namun terbatas,"sebut Kepala Puskesmas Biaro dr.Annisa Syofyana, Rabu 8 April 2020.

Hazmat merupakan perlengkapan perlindungan pribadi yang terdiri dari bahan yang impermeabel dan digunakan untuk proteksi melawan material berbahaya.

baca juga: Kabar Duka, Anggota DPRD Bukittinggi Meninggal Dunia

Kendati demikian, menurut dr.Annisa hal ini jauh lebih baik daripada tidak memakai pelindung samasekali.

Setidaknya di puskesmas tersebut, sebanyak 700 perantau atau orang yang datang dari daerah pandemi sudah memeriksakan diri.

baca juga: Bukittinggi Buka Pendaftaran Siswa Baru, Ini Jadwalnya

"ODP ada 72, dan PDP kita ada 1. Kita pantau terus kondisinya tiap hari,"katanya.

Sejak gaduh COVID-19 para perantau di Ampek Angkek terlihat banyak yang mudik ke kampung halamannya. Sebab itu, pihak puskesmas juga mengimbau bagi yang mudik, diminta segera melapor dan memeriksa kesehatannya di Puskesmas . Di samping itu, perantau diminta untuk mengkarantina diri selama 14 hari sejak kedatangannya.

baca juga: BPJamsostek Cabang Padang Berikan Bantuan APD kepada RS Unand

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri