Cegah Penularan COVID-19, Tim Robotik MAN 1 di Bukittinggi Ciptakan Tempat Hand Sanitizer Bersensor

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Tim Robotik Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi menciptakan tempat hand sanitizer bersensor. Ini membantu pengguna untuk tidak menyentuh tempat hand sanitizer secara langsung bila ingin mencuci tangan.

"Melihat setiap orang selalu menekan gagang Hand Sanitizer dengan memutar kran air pencuci tangan, tentu hal ini perlu diwaspadai dan memiliki potensi besar untuk menularkan virus Covid-19 ini secara berantai. Melihat kondisi ini jiwa saya terpanggil untuk membuat Hand Sanitizer otomatis melalui sensor," tutur Pembimbing Tim Robotik MAN 1 Bukittinggi Zulkhairi, dilansir dari laman Kemenag, Selasa (8/4/2020).

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Saat ini, imbuh Zulkhairi, hampir setiap kantor, swalayan, praktek dokter, pasar dan tempat umum lainnya menyediakan hand sanitizer. Hal ini guna mengantisipasi penularan virus corona yang populer dengan sebutan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kondisi ini pulalah yang memotivasinya bersama siswa yang tergabung dalam Tim Robotik MAN 1 Bukittinggi untuk membuat sebuah alat yang tidak bersentuhan langsung dengan menggunakan sensor.

baca juga: Ahli Ungkap Konsumsi Jahe Bisa Bantu Perpanjang Usia

Selanjutnya Zulkhairi menyampaikan cara kerja Hand Sanitizer otomatis yang dilengkapi dengan sensor ultrasonic tersebut. Dengan mendekatkan tangan ke arah mulut semprotan, maka cairan sanitizer akan keluar secara otomatis. Daya yang dibutuhkan hanya 3 V. Bisa memakai batrai, adaptor dan charger HP.

"Bahan-bahan yang dibutuhkan berupa Mikrocontroler Arduino uno atau Nano, Motor Servo, Sensor ultrasonic, Cabel jumper, Timah solder, Lem lilin dan Coding Arduino. Waktu pengerjaan merakit dan memprogram satu buah hand sanitizer otomatis hanya membutuhkan waktu 60 menit," terang Zul.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Manfaat dari produk ini imbuh Zulkhairi dapat mengurangi resiko penularan virus Covid-19 dan memudahkan dalam penggunaannya tanpa perlu mencari tombol dan menekannya, lebih hemat karena cairan keluar dengan kadar jumlah yang sama sehingga masyarakat jadi terbantu, terangnya lagi.

Tak tanggung-taggung saat ini tim MAN 1 sedang mengerjakan perakitan hand sanitizer otomatis pesanan beberapa mesjid dan kantor. Langkah Pemerintah Daerah untuk menutup ruang penyebaran virus corona ditengah-tengah masyarakat dengan menyediakan sarana cuci tangan sudah cukup baik, akan tetapi masih memiliki kerawanan dengan terjadinya sentuhan pada benda yang sama oleh masyarakat banyak. Hal ini juga harus jadi perhatian kita bersama untuk menutup peluang penularan virus berantai tersebut.

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

Kepala MAN 1 Kota Bukittinggi , Irsyad merasa bangga dan menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang di lakukan salah seorang pengajar di Madrasah yang ia pimpin.

"Ide akan timbul disaat kesulitan di depan mata dan akan indah dengan berbagi serta menjadi bermanfaat bagi semua umat. Semoga hand sanitizer otomatis karya Robotik MAN 1 ini bisa menjadi salah satu solusi untuk diterapkan sebagai sarana dalam menjaga kebersihan yang aman dan ramah lingkungan serta kita juga berharap muncul lagi inovasi inovasi berikutnya dari MAN 1 Bukittinggi ," tuturnya bangga.

Di tempat terpisah Kepala Kankemenag Bukittinggi H. Abrar Munanda mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan tim robotik MAN 1 Bukittinggi ini.

"Dalam berbagai kondisi kita harus berfikir kreatif menyikapi penomena yang berlangsung. Fenomena saat ini masyarakat sangat butuh alat kebersihan untuk sering membersihkan tangan sesuai anjuran kesehatan dalam pencegahan covid-19," ungkapnya.

"Hasil berfikir kreatif ini menghasilkan inovasi berupa Hand Sanitiser otomatis. Apresiasi juga yang tinggi juga disampaikan untuk Kepala MAN 1 Bukittinggi , pembina dan tim robotik yang juga sebagai satu-satunya tim robotik madrasah asal Sumatera Barat sudah berkiprah di ajang robotik nasional tahun 2019 kemarin," tutup Abrar.

Editor: Eko Fajri