Anggarkan untuk 6 Bulan, Dana Penanggulangan Dampak COVID-19 di Payakumbuh Mencapai Rp40 M

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Untuk penanganan dan penanggulangan dampak virus Corona atau COVID-19 di daerahnya, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menyiapkan anggaran mencapai Rp40 miliar dalam rentang waktu enam bulan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh , Rida Ananda yang menyebut, sebelumnya Pemko Payakumbuh telah menganggarkan dana sebesar Rp5 miliar.

baca juga: Sempat Terjadi Kejar-kejaran, Tiga Tersangka Narkoba Akhirnya Dibekuk Polres Payakumbuh

"Itu (Rp5 M) untuk satu bulan. Saat ini kita anggarkan kurang lebih itu sebesar Rp40 M yang digunakan untuk kebutuhan selama enam bulan," kata Rida, Rabu (8/4).

Dikatakan Rida, anggaran iitu disiapkan untuk tiga hal yang dinilainya cukup mendesak, yakni sektor kesehatan, sektor ekonomi, sektor sosial.

baca juga: Jelang Penerapan New Normal, DPRD Payakumbuh Gelar Rapat Pansus

Untuk sektor kesehatan, rinciannya adalah kelengkapan alat kesehatan mulai dari APD bagi tenaga medis mulai dari puskesmas sampai rumah sakit. Setelah itu, apabila ada kasus, pemko menyiapkan anggaran pengobatan sampai ke pemakaman.

Selanjutnya, disiapkan anggaran operasional untuk tim yang bekerja untuk penanggulangan, pencarian dan penyelamatan pasien.

baca juga: Kodim 0306/50 Kota Renovasi 10 Rumah Veteran dan Warga Miskin di Suliki

Setelah itu, untuk masyarakat yang terdampak ekonomi, pihaknya juga akan memberikan bantuan untuk sembako, seperti beras, telur, minyak goreng dan rendang dua kaleng dalam sebulan.

"Kategorinya adalah untuk masyarakat yang sebelumnya itu tidak termasuk orang miskin, tapi masyarakat yang usahanya atau pekerjaannya terdampak COVID-19," katanya.

baca juga: Pedagang Pasar Payakumbuh Ajukan Sejumlah Syarat Pada Pemko Sebelum Dilakukan Swab Massal

Terakhir, anggaran tersebut juga diperuntukkan untuk masyarakat kategori miskin yang merasakan dampak sosial karena COVID-19. Masyarakat ini akan diberikan bantuan berupa beras. Penerima adalah masyarakat miskin yang tidak mendapat bantuan sembako dari Program Keluarga Harapan (PKH)

"Hitungan itu jumlahnya sekitar 15 persen dari jumlah masyarkat kurang mampu kita yang kurang lebih ada 44.000 jadi yang akan mendapatkan itu sekitar 6.600 jiwa," kata dia.

Dijelaskan Rida, recofusing anggaran yang dilakukan tersebut telah selesai dibahas dengan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan pihak-pihak terkait.

"Yang digeser itu kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan, seperti perjalanan dinas, sosialisasi, Bimtek (bimbingan teknis), dan beberapa pembangunan," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat