Polda Sumbar Tetapkan 5 Tersangka Penambang Emas Ilegal di Tanah Datar

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu (Screenshot video)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Praktik tambang emas ilegal berkedok penambangan pasir dan batu berhasil diungkap Polda Sumbar . Sebanyak 5 pelaku serta barang bukti langsung diamankan.

Para pelaku diamankan saat menambang di Batang Sinamar, Kampung Kalo-kalo Siroja, Kenagarian Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

baca juga: Usai Diperiksa Polda Sumbar, Bupati Agam Mengaku Tak Mengetahui Akun Facebook yang Dilaporkan

"Kelima pelaku diamankan pada Senin (6/4/2020) lalu, sekira pukul 17.00 WIB. Mereka ditangkap berdasarkan informasi masyarakat. Sebelum itu penyelidikan sudah dilakukan, oleh tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Intelmob Sat Brimob Polda Sumbar ," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, dalam jumpa pers online yang digagas IJTI Sumbar, Rabu (8/4/2020).

Satake menambahkan, sesampai di lokasi, tim menemukan kegiatan penambangan pasir, batu, dan atau emas yang dilakukan dengan menggunakan 1 unit alat berat serta 1 unit dompeng.

baca juga: Giliran Bupati Agam Diperiksa Polda Sumbar Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI

Para tersangka tersebut berinisial AA (58), AK (50), Y (35), S (43) dan N (26). "Terhadap mereka dan barang bukti telah di bawa ke Mapolda Sumbar untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Satake menyebutkan, adapun barang bukti yang disita berupa 1 unit handphone merk Samsung jenis lipat, 1 buah kunci dump truk merk Wind, 1 buah kunci ekskavator dan 1 unit handphone merk Oppo A 57 dan 1 unit handphone merk Xiaomi warna gold.

baca juga: Operasi Ketupat Diperpanjang, Ini Penjelasan Polda Sumbar

"Pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni Pas 58 sub Pasal 160 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUH Pidana dengan ancaman sepuluh tahun penjara dan denda Rp10 miliar," ujarnya.(*)

Editor: Muhammad Haikal