Pengembalian Kerugian Negara Oleh Pihak Rekanan Pengadaan Insinerator tak Hentikan Proses Hukum

Pengembalian kerugian negara atas pengadaan insinerator di Payakumbuh, Rabu (8/4).
Pengembalian kerugian negara atas pengadaan insinerator di Payakumbuh, Rabu (8/4). (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Itikad baik yang ditunjukkan pihak rekanan pengadaan alat pembakaran sampah media atau insinerator mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp1,6 miliar disebut Kejaksaan Negeri Payakumbuh tidak akan menghentikan proses hukum terkait dugaan korupsi yang tengah berjalan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh , Satria Lerino dan Kepala Seksi Intelijen Robby menyebut, pengembalian sejumlah uang kerugian negara itu sah-sah saja dilakukan.

baca juga: Sempat Terjadi Kejar-kejaran, Tiga Tersangka Narkoba Akhirnya Dibekuk Polres Payakumbuh

"Kita tidak melarang tetapi proses hukumnya sampai hari ini masih berjalan," katanya, Rabu (8/4).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, penyidik sudah melakukan penggeledahan di RSUD Adnan WD Payakumbuh dan menyita sejumlah dokumen penting. Selain itu, sejumlah saksi-saksi serta pihak yang tekait terhadap kegiatan insinerator tersebut sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangannya.

baca juga: Jelang Penerapan New Normal, DPRD Payakumbuh Gelar Rapat Pansus

Pengembalian uang akibat kerugian negara itu dilakukan Rabu (8/4) di Kantor Bank Nagari Cabang Payakumbuh oleh pihak rekanan pengadaan insinerator kepada Pemko Payakumbuh . Total uang yang dikembalikan mencapai Rp1,6 M itu merupakan yang terbesar di Payakumbuh . Sejauh ini, belum pernah dilakukan pengembalian uang kerugian negara oleh pihak ketiga mencapai miliaran rupiah yang disetorkan ke kas daerah.

Pengembalian uang tersebut disaksikan Direktur Utama RSUD Adnan Wd Payakumbuh , dr. Efriza Naldi serta Badan Keuangan Daerah Pemko Payakumbuh termasuk Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh .

baca juga: Kodim 0306/50 Kota Renovasi 10 Rumah Veteran dan Warga Miskin di Suliki

"Hari ini dilakukan penyetoran dana sebesar Rp 1.659.277. 273 oleh pihak ketiga berhubungan dengan kegiatan pengadaan insinerator 2016," terang dr. Efriza Naldi.

Uang tersebut, katanya langsung masuk ke kas daerah. Saat penyetoran, uang sebanyak Rp 1,6 Miliar itu, disusun bertumpuk dimeja lantai III kantor Bank Nagari Cabang Payakumbuh . Terdiri dari pecahan Rp50ribu, pecahan Rp20ribu, pecahan Rp10ribu dan Rp5ribu. (*)

baca juga: Pedagang Pasar Payakumbuh Ajukan Sejumlah Syarat Pada Pemko Sebelum Dilakukan Swab Massal

Editor: Taufik Hidayat