Suami Pasien COVID Bukittinggi yang Wafat Tahanan di Polres, 48 Orang yang Kontak Diisolasi

ilustrasi
ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyebut, jika suami dari pasien COVID-19 yang meninggal dunia kemaren merupakan tahanan Polres.

"Pasien ini hamil dan kejang, tak ada gejala (COVID-19), dan suaminya ditahan di Polres, ini berdampak ke sana (Polres),"ucap Ramlan dalam konferensi pers bersama IJTI Sumbar lewat aplikasi instan, Rabu malam, 8 April 2020.

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Kota Padang Baru 25 Persen

Ramlan mengatakan, pihaknya sudah menelusuri sejumlah pihak yang terlibat kontak dengan pasien. "Masyarakat kita ada yang kontak, lalu tenaga medis di Yarsi, ada 12 orang. Kapolres sudah saya hubungi, ada 48 tahanan yang berbaur, namun sudah diisolasi,"katanya

Ramlan menyebutkan ia akan tetap menjalin komunikasi dengan Laboratorium Unand, demi mengetahui situasi terkini perkembangan COVID-19 sehingga bisa cepat mengambil tindakan.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

Sebelumnya, seorang pasien berusia 35 tahun meninggal di M.Jamil Padang pada Rabu 8 April 2020. Sebelumnya ia dirujuk dari IGD Yarsi Bukittinggi pada Senin 6 April. Belum diketahui dengan pasti dengan pasti riwayat kontak pasien.

Sejak 25 Maret 2020 lalu Bukittinggi sudah mengkonfirmasi 5 kasus positif COVID-19. 4 kasus sebelumnya merupakan pasien yang terpapar atau berkontak dengan orang yang baru kembali dari Malaysia.

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani