Puluhan Orang Jadi Tersangka Penimbunan hingga Pemain Harga APD

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Polisi telah menangani sebanyak 18 kasus terkait penyimpangan hingga penyalahgunaan alat pelindung diri atau APD selama pandemi virus corona atau Covid-19. Sebanyak 33 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan dari 33 tersangka hanya dua diantaranya yang kekinian telah ditahan. Asep menjelaskan bahwa dalam perkara tersebut penegakan hukum yang dilakukan Polri merupakan upaya terkahir.

baca juga: Rumah Ibadah Akan Dibuka Secara Bertahap di Daerah Zona Hijau

"Penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri adalah merupakan upaya yang paling akhir atau ultimum remedium. Karena yang kami kedepankan adalah pola pendekatan kepolisian yang bersifat preemtif dan preventif," kata saat jumpa pers seperti dikutip dari siaran langsung YouTube BNPB, Kamis (9/4/2020).

Asep lantas mengungkapkan dari 18 kasus yang ditangani itu diketahui beberapa modus operandinya. Mulai dari menimbun APD hingga memainkan harga.

baca juga: Ahli Ungkap Konsumsi Jahe Bisa Bantu Perpanjang Usia

"Dari 18 kasus ini modus operandinya adalah memainkan harga, menimbun, menghalangi dan menghambat jalur distribusi alat kesehatan serta memproduksi dan mengedarkan APD , hand sanitizer atau alat kesehatan lainnya yang tidak sesuai standar dan tanpa izin edar," ungkapnya.

Menurut Asep, hingga kekinian Polri terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan ketersediaan APD khusus bagi tenaga medis. Salah satunya Polri bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan terkait distribusi APD .

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

"Ini demi menjamin ketersediaan alat kesehatan bagi masyarakat khususnya para tenaga medis kita," tandasnya.

Editor: Eko Fajri