Fraksi Demokrat DPRD Sumbar Akan Panggil Kadernya yang Diduga Ugal-ugalan di Padang

Ketua Fraksi Demokrat Ismet Amziz
Ketua Fraksi Demokrat Ismet Amziz (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat akan segera memanggil salah satu anggotanya, terkait dugaan ugal-ugalan yang terjadi Selasa dini hari, Selasa, 7 April 2020.

Ketua Fraksi Demokrat Ismet Amziz mengatakan pihaknya akan segera memanggil yang bersangkuta. "Kita akan panggil nantinya yang bersangkutan dan akan diberikan sanksi serta diajukan ke Badan Kehormatan (BK)," katanya saat dihubungi di Padang, Kamis, 9 April 2020.

baca juga: DPRD Sumbar Sorot Capaian Target Kinerja Pembangunan Daerah yang Ditetapkan dalam RPJMD dan RKPD

Ia mengatakan sejauh ini pihaknya belum memanggil yang bersangkutan karena pihaknya menunggu kebenaran kejadiannya. "Dan kami akan rapatkan soal ini dalam dua hari ini. Kemarin kita sudah minta kepada sekretaris fraksi dan jadwal sudah kita berikan," tuturnya.

Menurutnya, jika dilihat ini masalah etika dan bukan masalah pidana. "Namun hal ini akan tetap kita rapatkan segera," jelasnya.

baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Usulkan Pemprov Bentuk TPPD

Ketua BK Irzal Ilyas Dt Lauik Basa mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil pembahasan di tingkat fraksi anggota dewan yang bersangkutan. "Tadi sudah koordinasi dengan ketua fraksi dan sekretarisnya. Karena ini bagian dari partainya. Nanti secara bersamaan BK juga akan melakukan klarifikasi dengan mendengar keterangan langsung dari dia," katanya saat dihubungi di Padang, Rabu, 8 April 2020.

Ia mengatakan pihaknya akan memanggil yang bersangkutan dalam dua hari kedepan. "Sekarang dia belum di panggil. Dalam dua hari ini akan dipanggil dan diminta keterangannya secara langsung secara langsung terhadap yang besangkutan. Nantinya BK akan mengambil sikap langsung dari hal itu, apakah di internal sudah selesai atau diserahkan ke BK," jelasnya.

baca juga: DPRD Sumbar Soroti Realisasi Penerimaan dan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah

Irzal mengatakan sekarang pihaknya masih berkoordinasi dengan partainya. "BK nantinya akan melihat apakah ada pelanggaran kode etik dewan. Namun secara kasat mata kita lihat ini mungkin tidak, kecuali dia ada pidana. Sekilas peringatan yang akan diberikan karena masih batas tolerir yang diberikan kecuali dia OTT, minum-minum di tempat hiburan. Jika kita lihat ini adalah persoalan administrasi namun sejogjanya karena di luar jam dinas, ini lebih ke lepas kontrol dan manusiaswi. Namun yang pasti kita di BK juga sedang memperlajarinya terlebih dahulu, paparnya.

Menurutnya, melihat sekilas kasus ini akan diselesaikan dengan cara sepat saja dan tidak ada persidangan. "Karena saat ini kita fokus pada penanganan COVID-19. Dan saat ini, kita anggota dewan juga turun perseorangan ke daerah pemilihan masing-masing," jelasnya.

baca juga: Catatan DPRD Terhadap Penggunaan Anggaran dalam Perda APBD Tahun 2019

Dai penelusuran KLIKPOSITIF , anggota dewan itu adalah Jefri Masrul dari Fraksi Demokrat . Sebelumnya, Anggota Komando Resor Militer (Makorem) 023/Wirabraja nyaris ditabrak mobil ugal-ugalan di depan markasnya di jalan Jenderal Sudirman Padang. Saat dihentikan, salah seorang di dalam mobil tersebut marah-marah dan mengaku sebagai anggota dewan.

Kepala Seksi Operasional (Kasiops) Korem 032/Wirabraja Kolonel Sugiyono membenarkan peristiwa tersebut. Hal tersebut terjadi saat akan pulang ke rumah, kejadiannya Selasa (7/4/2020) sekira pukul 00.30 WIB dinihari.

"Saya datang dari kantor terus pulang ada orang itu, saat dihentikan ada yang keluar, lalu marah-marah dan mengaku anggota dewan. Namun saya tidak mengetahui anggota dewan mana," katanya di Padang, Selasa (7/4/2020). (*)

Editor: Fitria Marlina