IMAMIPAS Yogyakarta Kirim Surat ke Irwan Prayitno Terkait Nasib Mahasiswa, Ini Isinya

Penguru IMAMIPAS Yogyakarta saat menyalurkan 40 paket sembako.
Penguru IMAMIPAS Yogyakarta saat menyalurkan 40 paket sembako. (Ade Suhendra)
YOGYAKARTA, KLIKPOSITIF -

Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana (IMAMIPAS) Yogyakarta kirim surat kepada Gubernur Sumatera Barat. Surat bernomor 002/SP/IMAMIPAS/IV/2020 tersebut berisikan tentang permohonan bantuan terkait kondisi para anggota IMAMIPAS yang masih bertahan di Yogyakarta.

Ketua IMAMIPAS Zilal Afwa Ajidin didampingi Sekretaris Darnela Putri mengatakan puluhan mahasiswa pascasarjana di Yogyakarta memutuskan tidak pulang kampung. Hal ini dilakukannya demi mematuhi imbauan Gubernur Sumbar untuk tidak pulang kampung demi memutus rantai penularan COVID-19.

baca juga: Bukittinggi Buka Pendaftaran Siswa Baru, Ini Jadwalnya

"Merujuk kepada surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 360/359/BPBD-2020, perihal Imbauan kepada Perantau Minangkabau untuk tetap bertahan di Luar Sumatera Barat guna meminimalisir penyebaran COVID-19, kami dari Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana (IMAMIPAS) Yogyakarta berupaya mengikuti imbauan tersebut dengan segala keterbatasan," kata Zilal Afwa Ajidin.

Ia menjelaskan saat ini menurut catatannya ada sekitar 40 orang mahasiswa Minangkabau Pascasarjana asal Sumatera Barat yang bertahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini di Yogyakarta, mulai banyak wilayah yang dibatasi ruang geraknya, sehingga membuat mahasiswa Minang yang bertahan cukup susah dalam mengakses logistik dan obat-obatan.

baca juga: BPJamsostek Cabang Padang Berikan Bantuan APD kepada RS Unand

"Oleh karena itu, kami dari IMAMIPAS Yogyakarta berinisiatif untuk menggalang donasi serta memohon bantuan berupa logistik yang bertahan lama, makanan, obat-obatan, masker, hand sanitizer dan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi saudari Darnela Putri 081268963773," kata Ketua IMAMIPAS Yogyakarta.

Ia menambahkan penggalangan dana 'dari awak untuak awak' ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2.800.000. Kemudian uang tersebut disalurkan dalam bentuk 40 paket sembako yang telah dilakukan pada Selasa 7 April lalu.

baca juga: PSBB Jilid III, Camat Payakumbuh Selatan Siap Disiplinkan Warga di 6 Kelurahan

"Namun hal tersebut dirasa masih kurang karena ketersediaan obat-obatan, masker, hand sanitizer atau makanan lainnya masih terbatas. Untuk itu IMAMIPAS mencoba menyampaikan keadaan ini pada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan berharap agar ketersediaan logistik dan obat-obatan mahasiswa Minang di Yogyakarta bisa tetap aman, sehingga kami pelajar yang ada di Yogyakarta juga berusaha mematuhi arahan pemerintah seperti physical distancing dengan aman dan kediaman masing-masing di Yogyakarta," ujarnya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri