BK DPRD Sumbar Kaji Sanksi untuk Anggota Dewan Ugal-ugalan di Jalan Jenderal Sudirman Kota Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar sedang melakukan konfirmasi dan penelusuran terhadap oknum anggota DPRD Sumbar berinisial JM (37 tahun) yang diduga ugal-ugalan mengendarai mobil dalam kondisi mabuk.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar Irzal Ilyas mengatakan, saat ini sedang melakukan koordinasi dengan ketua fraksi Demokrat DPRD Sumbar dan Ketua Partai Demokrat segera mengklarifikasi yang bersangkutan.

baca juga: DPRD Sumbar Sorot Capaian Target Kinerja Pembangunan Daerah yang Ditetapkan dalam RPJMD dan RKPD

"Saat ini sedang menunggu klarifikasi dari Demokrat. Kita akan panggil yang bersangkutan dulu," kata Irzal Ilyas, Kamis, 9 April 2020.

Irzal menjelaskan, yang bersangkutan (JM) sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang. Dari keterangannya, tidak ada pelanggaran pidana berat, karena bawa mobil ugal-ugalan, plat nomor yang bermasalah.

baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Sumbar Usulkan Pemprov Bentuk TPPD

Terkait sanksi, BK akan melihat terlebih dahulu apakah ada kode etik yang dilakukan dipelanggaran tersebut, "Kita sedang melakukan pengkajian terhadap itu. Sekarang baru by phone, kita maunya klarifikasi secara langsung minta keterangan bersama aparat penegak hukum," ulasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar Ismet Amzis mengatakan, bahwa sudah melakukan peneguran terhadap yang bersangkutan dan memanggil JM.

baca juga: DPRD Sumbar Soroti Realisasi Penerimaan dan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Daerah

"Sudah saya panggil dan saya tegur, cuman baru by phone dan dia membela diri katanya bukan dia, yang membawa mobil dan yang punya mobil bukan dia, dia juga tidak tau ada perempuan di dalam mobil, dan tidak tau kalau plat mobil dan STNK berbeda," jelasnya.

Di menceritakan apa yang disampaikan JM, bahwa mobil di stop petugas karena melakukan pelanggaran, bukan adu jotos dan yang menjawab juga bukan JM tapi temannya.

baca juga: Catatan DPRD Terhadap Penggunaan Anggaran dalam Perda APBD Tahun 2019

"Kalau terbukti tentu partai akan lakukan teguran, dan partai akan menyerahkan ke lembaga yang punya BK. Kita belum bisa sehut sanksi karena belum tau kebenarannya, kita pelajari dulu apa kesalahannya, kode etik apa yang dilanggarnya," sambungnya.

Diketahui, Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat berinisial JM (37) diamankan petugas piket Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja pada Selasa 7 April 2020 dini hari.

Seorang personel Komando Resor Militer (Korem) 023 Wirabraja nyaris ditabrak minibus yang kedapatan ugal-ugalan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang tersebut. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir