Waspada Penyebaran COVID-19, Bupati Irfendi Arbi Imbau Warga Jemur Uang

Bupati Irfendi Arbi saat membagikan masker kepada warga Lima Puluh Kota
Bupati Irfendi Arbi saat membagikan masker kepada warga Lima Puluh Kota (Ade Suhendra)
LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF -

Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi keluarkan edaran terkait peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Diseases (COVID-19) di Lingkungan Pasar Lima Puluh Kota , Kamis 9 April 2020.

Hal tersebut menindaklanjuti Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 ( COVID 19 ).

Edaran bernomor Nomor 43/Perindagkop.UKM/IV/2020 tersebut juga berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah dan Surat Gubernur Sumatera Barat Nomor: 500/247/Perek-Sarana/2020 perihal Tindak Lanjut Penanganan Wabah Pandemi COVID-19.

baca juga: Kadis Perdagangan Padang: Kita Ingin Tes Swab hingga 2000 Orang

"Kami mengimbau masyarakat atau anak kemanakan kita atau perantau agar tidak mudik (pulang kampung) atau menunda pulang kampung sampai berakhirnya wabah COVID-19 di nagari dan daerah kita. Kemudian untuk Pasar Tradisional atau Pasar Nagari dan Pasar Serikat tetap melakukan aktivitas seperti biasa," kata Bupati Lima Puluh Kota .

Ia juga menambahkan bahwa kepada pedagang dan pembeli agar tidak panik, tetap tenang dalam pasar dan selalu memantau ketersediaan stok barang di pasar masing-masing. Sehingga jika ada gejolak bisa segera melapor ke pihak terkait. Pengelola pasar diimbau menyediakan sarana cuci tangan, sabun atau anti septik yang ditempatkan pada lokasi yang strategis atau pintu masuk.

baca juga: Rumah Sakit Yang Akan Dijadikan Rujukan COVID-19 di Mentawai Rusak Parah

"Selain itu, kepada para pengelola pasar agar terus melakukan penyemprotan ke kawasan pasar dengan disinfektan guna pencegahan dan penyebaran COVID-19. Kemudian pedagang dan pengunjung pasar wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan," ujarnya.

Selain itu, pengelola pasar dimintabselalu memberikan arahan dan sosialisasi melalui pengeras suara kepada pedagang dan pembeli agar tetap waspada terhadap pencegahan dan penyebaran COVID-19. Sedangkan kepada pembeli agar dapat memaksimalkan waktu belanja seefektif mungkin dan jangan berlama-lama dalam kawasan pasar

baca juga: Kluster Pasar Raya Padang Telah Lakukan Tes Swab kepada 1772 Orang

"Untuk menghindari adanya virus COVID-19 yang menempel di uang, diharapkan uang yang diperoleh dari penjualan agar dijemur terlebih dahulu untuk membunuh COVID-19," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera