Bahas Dampak Sosial Ekonomi Dari Corona, Ini 5 Poin Penekanan Gubernur Sumbar Kepada Bupati/Walikota

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Videoconfrens bersama Bupati/Walikota
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Videoconfrens bersama Bupati/Walikota (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wabah Corona (COVID-19) berdampak kepada sosial ekonomi masyarakat. Untuk itu pemerintah terus berupaya mencari jalan agar masyarakat mendapatkan bantuan saat pendemi.

Menyikapi itu Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah membicarakan segenap komponen harus bersatu. Bersama-sama dengan kabupaten kota bertanggung jawab terhadap COVID-19.

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

Hari ini, Kamis (9/4) Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melakukan Video Conference bersama Bupati Walikota Se Sumbar terkait Penanganan COVID-19, di Ruang Gubernur Lantai 2 Gedung Bagonjong.

Dalam rapat terbatas tersebut Irwan Prayitno menyampaikan beberapa poin penting yaitu, pertama, bahwa penyebaran virus COVID-19 terus bertambah terus di Sumbar yang saat ini sudah ada 28 kasus positif. Sehingga pemerintah harus melakukan langkah langkah strategis untuk menangani penyebaran COVID-19.

baca juga: Pemkab Pessel Jadikan PSBB Tahap Tiga Sebagai Transisi ke New Normal

Kedua, Pemerintah Sumbar tengah menyiapkan bantuan sosial berupa program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) untuk masyarakat yang secara ekonomi terdampak Covid-19 yang besarannya akan disesuaikan dengan aturan.

Akibat adanya wabah ini membuat ekonomi masyarakat lumpuh dan akan banyak orang miskin baru, sehingga mereka perlu diberikan bantuan dan dukungan. Khususnya permasalahan ekonomi atau pendapatan keluarga.

baca juga: Pertama di Lima Puluh Kota, Nagari Situjuah Batua Punya Tempat Karantina

Pada poin keempat yang menjadi perhatian pemerintah yaitu kebijakan "Lockdown". Lockdown tidak diberlakukan hanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Provinsi Sumbar sudah mengajukan ke pemerintah pusat.

"Kalau disetujui, maka kita akan persiapkan segala sesuatunya sesuai aturan dan akan kita lakukan sesegera mungkin," ujarnya.

baca juga: Kontak dengan Pasien COVID, 37 Tenaga Puskesmas di Pessel Dikarantina

Menurut gubernur potensi puncak penyebaran virus corona di Sumbar diprediksi terjadi di bulan Mei dan Juni 2020. Kemudian mulai menurun di bulan Agustus ini. Sumbar akan dibanjiri para perantau yang pulang ke daerah asalnya. Perlu diantisipasi agar penyebaran virus corona tidak masuk ke Sumbar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Irwan Prayitno meminta seluruh pihak untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. Khususnya dalam hal pengawasan terhadap para pendatang yang masuk ke Sumbar. Peran aktif dari semua pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota, petugas kesehatan, BPBD, Satpol PP setempat, termasuk masyarakat.

"Kita memang dilarang oleh pusat, untuk pelarangan orang dari rantau untuk pulang kampung, ASN pun juga tidak bisa melarang, mengingat para perantau yang berdagang, barang dagangannya tidak jalan, hidupnya sudah mulai susah, pasti mereka pulang kampung, Kondisi ini perlu kita maklumi," sebut Irwan Prayitno.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno tegaskan juga kepada para Bupati dan Wali Kota bahwa Orang Dalam Pantauan (ODP) punya gejala, sesuai dengan Protap dari Kemenkes harus isolasi mandiri 14 hari dirumah.

"Dan bimbingan dari tim penanganan ODP jugap penting sekali karena ini menghambat penyebaran, kalau ODP sudah masuk rumah sakit, langsung diisolasi jangan biarkan berkeliaran," tuturnya.

Persiapan karantina di kabupaten/kota salah satu upaya untuk mempercepat penanganan COVID-19, disetiap daerah sudah dibuat tempat karantina, termasuk di Sawahlunto, Sijunjung, Pasaman Barat, Padang, Payakumbuh, Padang pariman dan kabupaten kota lainya yang ada di Sumbar.

Karantina ini ada dua, karantina ODP untuk memastikan hasil negatif, karantina Covid ringan yang dianggap positif ringan dengan gejala klinis ringan, kalau ringan langsung dikarantina minimal selama dua minggu.

Untuk penanganan ringan ini bisa dimasuk kedalam semua rumah sakitini perlu diantisipasi, perkiraan jumlah Covid ringan itu 82 persen dan dia tidak ada gejala cuman demam, oleh karena itu, agar tidak terjadi penularan dilakukan isolasi mandiri dirumah.

"Saat dikarantina mereka akan disediakan makanan yang enak-enak, karena Covid ringan ini tidak ada obat, dengan makan enak bergizi, vitamin cukup istrahat tenang tidak stres, sehingga meningkatnya imunitas, tubuh kita akan kebal sehingga virus bisa dikalahkan," imbuhnya.

Kelima, gubernur juga berharap kepada bupati walikota untuk melakukan penyesuaian anggaran sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing kegiatan realokasi anggaran, serta pengadaan Barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir