Cerita Pasien Sembuh Corona Asal Pessel, Jalani Isolasi 18 Hari: Dukungan Keluarga Luar Biasa

Aswiliarti Saat Disambut Suaminya di RSUP Dr M Djamil Padang
Aswiliarti Saat Disambut Suaminya di RSUP Dr M Djamil Padang (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Aswiliarti (44) bernafas lega setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan diperbolehkan pulang, Kamis (9/4/2020). Perempuan yang akrab disapa Weli ini telah menjalani 18 hari perawatan di ruang isolasi RSUP Dr M Djamil Padang.

Ia menceritakan, terkesan dengan peran tenaga medis yang merawatnya selama diisolasi. "Apresiasi kepada perawat, dokter dan tenaga kesehatan yang datang tiga kali sehari, tanpa ada kesan stigma dan diskriminasi, yang selalu memberikan semangat," katanya.

baca juga: Pasien Positif 11 Asal Tanah Datar Dinyatakan Sembuh COVID-19

Weli melanjutkan, ia mengetahui hasil laboratorium positif langsung dari Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dr Andani Eka Putra.

"Kebetulan beliau abang (kakak tertua) saya, jadi sampel pertamanya saya dan ternyata sampel pertama positif. Saat menanyakan hasil labor, abang menjawab, hasil labor jangan dipikirkan kamu istirahat aja dulu anggap saja cuti panjang," ujarnya.

baca juga: Bertambah 5, Total Sembuh Corona Sumbar Capai 277 per 3 Juni

"Namun, saya bilang, saya mau pulang, namun abang menjawab, kamu tu positif dengan tertawa. Saya rasa perasaan dia bagaimana mengatakan itu, tapi saya yakin beban yang ada di dirinya luar biasa," sambungnya.

Weli menambahkan, mendengar hasil dari sang kakak, ia pun menangis dengan tidak terima positif. "Abang bilang ngapain menangis, apa dengan menangis itu sembuh, yang membuat sembuh itu semangat, banyak makan dan ingat anak-anak" tuturnya.

baca juga: Periksa 593 Spesimen, Kasus Positif COVID-19 Sumbar Bertambah 9 per 3 Juni

Tapi, lanjutnya, satu hal yang paling membuat ia bersemangat untuk sembuh. Sore itu (27/3/2020) ada berita dari Wakil Gubernur bahwa saya meninggal dunia, banyak beredar ke WhatsApp saya dari kawan-kawan.

"Anak-anak juga menangis, dan bilang mama gak boleh meninggal. Mendengar anak-anak menangis, saya mendapat semangat luar biasa. Saya harus sembuh, saya harus sembuh, anak-anak butuh saya, yang biasa gak mau makan karena selalu muntah, jadi mau makan," jelas Weli.

baca juga: Belajar Dari Pasar Raya Padang, Swab Tes Akan Dilakukan Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Payakumbuh

Weli menuturkan, setelah semangat itu muncul, ia memotivasi dirinya harus makan. 'Alhamdulillah dihari ketiga setelah tau positif, malah lebih baik dari hari sebelumnya," ujarnya.

Weli berpesan, kepada pasien yang positif tidak perlu takut jika positif corona , karena ketakutan dan kecemasan malah membuat kondisi fisik tambah drop. Ia juga menghimbau ke masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah. Kalau memang harus isolasi ya isolasi, kalau ada keluhan laporkan segera ke puskesmas jadi tidak terlambat penanganan, kalau memang harus pakai masker pakai masker.

Satu hal yang saya tekankan kepada masyarakat, pasien corona dia tidak mau terkena corona , jangan didiskriminasi, karena suami dan anak saya mengalami itu. Dia sampai menangis, orang tidak mau dekat dia, beli lontong pun orang tidak mau menjual. Saya berpikir saya kasih penjelasan mungkin mereka tidak paham. "Saya berpikir yang dijauhi itu penyakitnya bukan orangnya," pesannya.

"Setelah ini, saya mau menjadi motivator setidaknya untuk kawan-kawan. Alhamdulillah dukungan keluarga luar biasa," pungkasnya kemudian.(*)

Editor: Muhammad Haikal