KJRI: Tidak Ada WNI Korban Ledakan di Filipina

Ilustrasi
Ilustrasi (http://assets.kompas.com/)

FILIPINA , KLIKPOSITIF - Sedikitnya 10 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka ketika sebuah ledakan mengguncang kota Davao, Filipina , Jumat 2 September 2016. "Ledakan itu terjadi di bagian kota yang ramai dan tak jauh dari satu hotel terkenal, dengan para turis dan pebisnis," kata juru bicara kota Catherine dela Rey.

"Ada sebuah ledakan tapi, yang menjadi penyebabnya, masih dalam penyelidikan. Sepuluh orang meninggal seketika, setidaknya 30 terluka," kata dela Rey.

Dilansir dari laman Ant, Davao merupakan kota terbesar di Filipina selatan, dengan populasi sekitar dua juta orang. Kota ini terletak sekitar 1.500 kilometer dari ibukota Manila. Davao merupakan kota kelahiran Presiden Rodrigo Duterte.

Baca Juga

Militan Islam dan pemberontak komunis telah melancarkan beberapa serangan mematikan di Davao, namun para otoritas menekankan bahwa itu terlalu dini untuk menentukan penyebab ledakan.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao, Filipina , menyebutkan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam ledakan di pusat perbelanjaan cenderamata Aldevinco atau dekat kampus Universitas Ateneo de Davao.

"KJRI Davao melaporkan hingga saat ini tidak ada WNI menjadi korban peristiwa tersebut. Namun, KJRI terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan informasi lainnya sehubungan dengan keselamatan WNI," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Sabtu 3 September 2016.

Menurut Keterangan KJRI Davao, pihak keamanan di Filipina sampai saat ini masih melakukan investigasi terkait dengan ledakan tersebut. Atas peristiwa itu, Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita kepada Pemerintah Filipina dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

Selanjutnya, KJRI Davao telah melakukan komunikasi dengan kumpulan masyarakat Indonesia di Davao serta meminta para WNI yang berada di Filipina untuk menjaga keselamatan diri dan menghindari pusat-pusat keramaian yang dapat menjadi target teror.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, jumlah WNI di Filipina saat ini adalah 7.183 orang, sementara itu di wilayah kerja KJRI Davao ( Filipina bagian Selatan) 2.183 orang.

Untuk informasi lebih lanjut, KJRI Davao menyiapkan hotline yang dapat dihubungi pada nomor (+63-82) 299 2930.

Baca Juga

Penulis: Ramadhani