Aliansi UKM: Mahasiswa Alami Luka Gores dan Baju Robek

"Mahasiswa melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi menolak sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT)."
Aksi mahasiswa Unand saat Wapres menerima doktor kehormatan di kampus tersebut. (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Aliansi Unit Kegiatan Mahasiswa dan Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) Unand menyebutkan dua mahasiswa mengalami luka gores dan satu mahasiswa bajunya robek akibat tindakan aparat yang mengamankan aksi mahasiswa, Senin, 5 September 2016.

Dalam rilis yang diterima KLIKPOSITIF, mahasiswa melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi menolak sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), menolak Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), menghapuskan jalur mandiri, penambahan kuota beasiswa baik itu bidikmisi, PPA, dan BBM, Penolakan bentuk Hibah Kompetitif, Mengkritik pemberian gelar Honoris Causa kepada Jusuf Kalla dikarenakan JK sangat tidak pro dengan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Aksi yang diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa ini diawali dengan longmarch dari gedung Fakultas Psikologi menuju titik aksi yang berada di jembatan simpang tiga arah Gedung Fakultas Kedokteran. Aksi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini berujung bentrok dengan pihak Kepolisian dan TNI dan penangkapan terhadap 7 mahasiswa.

BACA JUGA: Ini Alasan Polisi Mengamankan 7 Mahasiswa Unand

Menurut rilis yang ditandatangani Sandra Hariantama, pihak Kepolisian awalnya melakukan negosiasi dengan mahasiswa. Polisi mengatakan mahasiswa tidak dibolehkan aksi selama JK berada di Unand. Pihak negosiator juga menyampaikan bahwa ini adalah atas instruksi dari Rektorat Universitas Andalas.

Mahasiswa yang sedang menggelar aksi tidak menerima perlakuan untuk dibubarkan karena dianggap telah melanggar hak untuk menyampaikan pendapat yang dijamin oleh konstitusi.

Oleh karena itu, organisasi mahasiswa ini mengecam tindakan yang berupaya membungkam kebebasan berekspresi dengan cara intimidasi dan ancaman terhadap mahasiswa. Kedua, mendesak pihak ... Baca halaman selanjutnya