Bukan Minnal Aaidiin wal Faaiziin, Ini Ucapan Selamat Idul Fitri yang Benar

KLIKPOSITIF
KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Umat Muslim di Indonesia biasanya akan saling mengucapkan ucapan selamat Idul Fitri ke kerabat dan sanak saudara.

Namun, jangan sampai salah ucap sebab ada ucapan Idul Fitri yang benar sehingga doa dalam ucapan tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

baca juga: 49 Warga Binaan LPKA Tanjung Pati Dapatkan Remisi Saat Lebaran

Selama ini, ucapan selamat Idul Fitri yang seringkali terdengar adalah 'Minal Aidin Wal Faizin' yang diartikan ebagai mohon maaf lahir dan batin. Tetapi, ternyata ucapan tersebut justru salah kaprah.

Lewat artikel berjudul "Salah Kaprah Ucapan Selamat Idul Fitri " yang ditulis oleh Nine Adien Maulana di laman NU Online , Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk, Megaluh, Kabupaten Jombang menilai ucapan selamat "minnal aaidiin wal faaiziin" itu tidak tepat digunakan karena artinya bukan mohon maaf lahir dan batin.

baca juga: Polda Sumbar: Idul Fitri 1441 H di Sumbar Aman dan Kondusif

Dalam bahasa Arab, kalimat 'minnal aaidiin wal faaiziin' bukan memiliki makna mohon maaf lahir batin. Arti dari kalimat itu adalah "termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang".

Oleh karenanya, penggunaan kalimat itu sebagai ucapan Idul Fitri menjadi kurang tepat karena susunannya yang tidak sempurna.

baca juga: Ini Pesan Sri Mulyani untuk Pegawai Kemenkeu di Lebaran Idul Fitri

Ada beberapa orang menilai bahwa kalimat tersebut merupakan doa sehingga bisa diartikan "semoga termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang". Namun, merujuk artikel di atas, hal itu tidaklah tepat.

Ucapan Idul Fitri yang benar adalah "Taqabbalallahu minnaa wa minkum" yang artinya adalah "Semoga Allah menerima (amal ibadah ramadan) kami dan kamu".

baca juga: Ramadan Usai, Ini Tips Tetap Sehat dari Pakar Gizi

Ucapan tersebut adalah ucapan yang digunakan oleh sahabat Rasulullah saat lebaran tiba. Hal ini merujuk pada Kitab Fathul Bari karya Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani.

"Telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubai bin Nufair, ia berkata: "Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: "Taqabbalallahu minnaa wa minkum."" (Fathul Bari, juz II, halaman 446).

Meski demikian, ucapan Minal Aidin Wal Faizin sudah melekat pada masyarakat dan sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi tradisi.

Ketua Pengurus NU Pacarpeluk, Jombang itu menyerahkan kembali kepada masyarakat tetapi dengan meluruskan bahwa arti yang sebenarnya dari kalimat "minnal aaidiin wal faaiziin" bukanlah mohon maaf lahir dan batin.

Sumber: suara.com

Editor: Rezka Delpiera