Panglima TNI Tunggu Hasil Operasi Filipina Terkait Pembebasan Sandera Abu Sayyaf

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) dan KSAL Laksamana Ade Supandi saat pembukaan Komodo 2016
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) dan KSAL Laksamana Ade Supandi saat pembukaan Komodo 2016 (http://cdn-2.tstatic.net/)

KLIKPOSITIF - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan militer Filipina terkait operasi pembebasan 10 ABK KM Brahma 12 yang masih ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.

Meskipun operasi ini telah menjatuhkan banyak korban dari militer Filipina dan kelompok Abu Sayyaf, militer Indonesia tetap berkoordinasi dengan tetap siaga.

"Tentara Indonesia tetap disiagakan meskipun operasi ini dilakukan oleh militer Filipina. Tidak hanya di Tarakan saja, tapi di seluruh daerah yang sekiranya dibutuhkan untuk membantu operasi tersebut," katanya usai peresmian latihan bersama angkatan laut dan monumen perdamaian di Muaro Lasak, Kota Padang, Selasa siang 12 April 2016.

Baca Juga

Ia memastikan hingga saat ini kondisi sandera masih dalam keadaan selamat, meskipun uang tebusan yang diminta oleh kelompok perompak itu belum dibayarkan.

"Kita tidak mau ditekan, uang tebusan belum dibayarkan karena pemerintah Filipina masih mampu mengatasi kelompok itu. Namun kondisi para sandera saat ini selamat dan baik-baik saja," jelasnya.

Terkait operasi pembebasan oleh militer Filipina, Gatot menyebut Indonesia tidak memberikan batas waktu pada militer negara tetangga itu.

"Pemerintah yang akan memutuskan itu, namun sampai saat ini kita belum terima deadline bagi Filipina dari pemerintah, yang pasti saat ini kita masih berkoordinasi," sebut Gatot.

Sebelumnya, 10 ABK Indonesia di sandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina akhir Maret lalu. Salah satu dari ABK yang disandera merupakan warga Kota Padang.

[Ocky Anugrah]

Editor: Fitria Marlina