Jurnalis Perwakilan 15 Provinsi Ikuti "Pelatihan Media Tentang Gender" Dewan Pers

"Wartawan dituntut melakukan reportase yang berdasarkan pada nilai keakuratan, kejelasan, fairness, diskriminasi"
Pelatihan media tentang gender 13 dan 14 April di Hall Dewan Pers Indonesia, Jakarta (KLIKPOSITIF/ Elvia Mawarni)

KLIKPOSITIF - Dewan Pers Indonesia bekerjasama dengan Institute for Peace and Democracy menyelenggarakan pelatihan media tentang gender yang dimulai Rabu 13 April hingga Kamis 14 April di Hall Dewan Pers Indonesia, Jakarta.

Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang tersebar di 15 provinsi se-Indonesia. Tujuannya membekali jurnalis dan media dengan pengetahuan, pengalaman, dan skill jurnalisme yang sensitif gender untuk reportase yang lebih baik.

"Kata ahli gender dan ahli media, mengerti gender membuat wartawan profesional dan bekerja dengan tepat. Karena bisa menghapus prejudice (prasangka), diskriminasi dan dominasi di tulisannya. Dia bisa menjadi lebih adil dalam menulis," kata Direktur Eksekutif Institute for Peace and Democracy I Ketut Putra Erawan dalam sambutannya, Rabu 13 April 2016.

Dalam hal ini, wartawan dituntut melakukan reportase yang berdasarkan pada nilai keakuratan, kejelasan, fairness serta mencegah atau mengurangi kecenderungan stereotyping, diskriminasi dan patriarki dalam penyampaian berita.

Di hari pertama pelatihan akan membahas topik kenapa isu keadilan gender penting untuk media. Selanjutnya mengkaji skill-skill untuk pemberitaan yang baik meliputi: reportase tentang perempuan dan penggunaan bahasa dan visual yang sensitif gender. Serta membahas pegalaman dan pemikiran untuk membuka sistem manajemen media yang mendukung keadilan gender.

Sementara di hari kedua akan dimulai dengan transfer skill tentang editing bagi keadilan gender, lalu kebutuhan berbagai skill baru bagi pengelolaan new media seperti blog, facebook, instagram, twitter dan lainnya agar sensitif gender. Sesi berikutnya akan membahas manifestasi sensitivitas gender dalam proses manajemen yang meliputi perekrutan, penugasan, dan dukungan karir bagi jurnalis. Terakhir, akan dibahas kebijakan yang disiapkan media untuk keadilan gender.

"Kita tidak datang kesini untuk mengubah wilayah pribadi masing-masing, tapi ... Baca halaman selanjutnya