Pemerintah Segera Umumkan Riset Populasi Harimau Sumatera

"pemerintah pusat dan NGO dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan riset dan penelitian, berupa pengumpulan data terbaru jumlah populasi harimau sumatera yang ada di habitat aslinya."
Harimau Sumatera (KLIKPOSITIF/)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, menyatakan, dalam waktu dekat pemerintah pusat akan mengumumkan hasil riset dan penelitian terhadap jumlah populasi harimau Sumatera.

Koordinator Keanekaragaman Hayati BKSDA Sumbar, Rusdian Ritongga, di Padang, Senin, 17 Oktober 2016, menjelaskan, pemerintah pusat dan NGO dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan riset dan penelitian, berupa pengumpulan data terbaru jumlah populasi harimau sumatera yang ada di habitat aslinya.

"Untuk publikasi tersebut, kemungkinan dalam satu atau dua bulan ini telah disampaikan oleh pemerintah pusat melalui Kementrerian dan NGO Forum Harimau Kita," kata Rusdian.

Ia menjelaskan, untuk sementara kami masih menggunakan data yang lama, dan diperkirakan jumlah populasi harimau sumatera yang ada di habitat aslinya tersebut tidak lebih sedikit dari data lama yang lebih dari 400 ekor.

Namun ditegaskanya, untuk jumlah pasti populasi satwa dilindungi itu, perlu menunggu rilis resmi dari pihak pemerintah pusat.

Sehubungan dengan itu, jika dilihat berdasarkan publis Forum Harimau Kita dalam situsnya dinyatalan angka populasi harimau sumatera terus menurun drastis hingga 70 persen, dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.

Hilangnya habitat asli akibat penebangan liar dan pembakaran hutan serta perdagangan liar diduga kuat menjadi penyebab utama harimau sumatera berada di ambang kepunahan saat ini.

Sementara itu, terkait ancaman masuknya harimau kekawasan perumahan penduduk, pihak terkait menjelaskan tidak tertutup kemungkinannya.

"Daya jelajah harimau sekitar 5.000 sampai 10.000 hektar, dan baru-baru ini ada kebakaran di Kabupaten Limapuluhkota, dengan luas kerusakan sekitar 30 hektar. Berdasarkan hal tersebut, seharusnya ini tidak membahayakan habitat harimau tersebut, namun kewaspadaan tentu harus tetap ada," tegas Rusdian. (*)