Satu Rumah Terbakar di Siteba, 1 Meninggal

"Korban ini meninggal diduga karena kekurangan oksigen sebab tidak ditemukan luka bakar di tubuhnya"
Korban kebakaran di Jalan Padang Panjang 1 Siteba. (Humas Polresta Padang)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Satu unit rumah yang ada di Jalan Padang Panjang 1 Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang-Sumbar, terbakar Selasa 18 Oktober 2016 dinihari.

Akibat kejadian tersebut, penghuni rumah ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi rumah tersebut karena tidak bisa menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Korban yang bernama Yunerizon (41) tersebut ini meninggal diduga karena kekurangan oksigen sebab tidak ditemukan luka bakar di tubuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-BK) Kota Padang, Rudi Rinaldi mengatakan, kebakaran yang terjadi di kawasan Siteba tersebut belum diketahui penyebabnya. Saat mendapat laporan dari warga, 3 unit mobil pemadam kebakaran langsung diturunkan ke lokasi.

"Kami mendapat laporan dari warga kalau pada Selasa dinihari itu sejumlah warga melihat ada api membesar di rumah korban dan langsung menurunkan personil ke lokasi," ucap Rudi.

Saat petugas datang ke lokasi, warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Petugas sempat kesulitan karena akses jalan yang sempit menuju lokasi kebakaran. "Kami sempat kesulitan, tapi akhirnya api bisa juga diatasi dengan cepat," jelasnya.

Sementara, Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Sumintak menyebut, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 02.00 WIB. Kemudian, petugas polisi yang juga datang ke lokasi melakukan penelusuran bersama petugas Damkar ke dalam rumah.

"Kami menemukan korban berada di dalam bak kamar mandi yang berisi air dalam keadaan meninggal dunia. Pada tubuh korban tidak ditemukan luka bakar dan diperkirakan meninggal karena sesak nafas dan kekurangan oksigen," tuturnya.

Kerugian dalam kejadian tersebut Rp120 juta dan seorang korban jiwa. "Usai dievakuasi, korban langsung dilakukan ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk penyelidikan lebih lanjut," tutup Sumintak.

[Halbert Chaniago]