Belajar Tatap Muka, Vaksinasi Anak Terus Ditingkatkan

Vaksin
Vaksin (net)

KLIKPOSITIF - Pelaksanaan pendidikan tatap muka (PTM) harus didukung oleh vaksinasi agar bisa dijalankan dengan aman. Untuk itu pemerintah terus meningkatkan vaksinasi bagi anak-anak usia 6-11 tahun.

"Dosis pertama untuk anak-anak, dosis di Jawa-Bali sudah mencapai 36 persen. Dari pencapaian tersebut pemerintah masih belum puas dan kita ingin mendorong lagi agar jumlah vaksinasi anak-anak terus meningkat," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan pers dilansir dari situs resmi Rabu 12 Januari 2022.

baca juga: Apakah Berkeringat Membakar Kalori?

Luhut mengungkapkan, cakupan vaksinasi di wilayah Jawa-Bali terus meningkatkan. Ini tidak terlepas dari kerja keras jajaran pemerintah yang didukung oleh TNI dan Polri. "Capaian dosis 1-2 vaksinasi di wilayah Jawa-Bali terus meningkat. Ini kerja keras Menteri Kesehatan dengan TNI-Polri," ujarnya.

Luhut menegaskan, pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi , terutama di kabupaten/kota dengan capaian vaksinasi dosis pertama yang masih di bawah 50 persen. Diungkapkannya, saat ini terdapat dua kabupaten/kota di wilayah Jawa-Bali dengan capaian dosis pertama masih di bawah 50 persen.

baca juga: Lagi, BINDA Sumbar Laksanakan Vaksin Covid-19 ke Ribuan Warga di Lima Wilayah

"Kabupaten/kota dengan vaksinasi dosis pertama, umum dan lansia, yang berada masih di bawah 50 persen menjadi prioritas dan pengawasan percepatan vaksinasi , seperti wilayah Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, dan lain-lain," ujarnya.

Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan mitigasi menghadapi potensi lonjakan kasus Omicron. " Pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah persiapan dengan meminta kepada seluruh daerah agar sedini mungkin mempersiapkan fasilitas rumah sakit dan isolasi terpusat untuk memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, peningkatan testing-tracing juga harus menjadi program prioritas pemerintah untuk mencegah kasus meledak kembali," ujarnya.

baca juga: AS Mengalihkan Perhatian ke Vaksin Corona Universal

Editor: Ramadhani