Miris, Dua Pelajar SD di Kota Solok Dicabuli Ayah Tiri

Pelaku berinisial RP (49) digelandang petugas ke Mapolres Solok Kota
Pelaku berinisial RP (49) digelandang petugas ke Mapolres Solok Kota (Ist)

Solok Kota, Klikpositif - Dua pelajar SD di Kota Solok , Sumatra Barat menjadi korban pencabulan . Mirisnya, perbuatan itu diduga dilakukan ayah tirinya.

Informasi yang dihimpun Klikpositif di Mapolres Solok Kota, pelaku merupakan RP (49) warga kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok .

baca juga: Program Sekolah dan Guru Penggerak Diluncurkan di Kota Solok

Kapolres Solok Kota, AKBP Ferry Suwandi melaluinya Kasat Reskrim AKP Evy Wansri membenarkan peristiwa itu. Pelaku diringkus di kawasan Ampang Kualo, Kota Solok , Rabu (12/1/2022).

Terungkapnya kasus itu berawal dari kecurigaan dari guru korban yang melihat perubahan tingkahlaku pada anak didiknya. Korban sering terlihat murung dan berbeda dibanding anak lainnya.

baca juga: Satpol PP Kota Solok Bongkar Tiga Kios Pedagang di Pasar Raya

Kecurigaan itu terjawab, saat ditanyai oleh gurunya, akhirnya korban mengaku. Hal itu kemudian dilaporkan kepada ibu korban. awalnya ibu korban tidak percaya.

Kecemasan terkait kebenaran kejadian itu, kemudian dilakukan visum terhadap kedua anak. Dan ternyata memang diketahui sang anak sudah menjadi korban rudapaksa.

baca juga: Puluhan CPNS Pemko Solok Terima SK Pengangkatan

Tidak terima anaknya menjadi korban pencabulan , Ibu korban berinisial S (44) kemudian melaporkan suaminya ke Mapolres Solok Kota. Pelaku akhirnya ditangkap polisi di kawasan Ampang Kualo.

"Pengakuan pelaku, dirinya sudah melakukan perbuatannya sejak 2018 lalu terhadap kedua korban," kata Evy Wansri, Jum'at (14/1/2022).

baca juga: Kota Solok Bakal Terima Kucuran Dana Belasan Miliar Dari Pemprov Sumbar

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan rumah yang sepi saat istrinya pergi bekerja. Saat korban pulang sekolah, dirinya melancarkan aksi bejatnya. Kedua adik kakak digilir oleh pelaku.

"Keterangan pelaku, dirinya sudah melakukan hal itu lebih kurang 20 kali sejak 2018 lalu," terang Evy Wansri.

Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 81 ayat (3) Jo 76E subsidair 82 ayat (2) jo 76E undang - undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang -undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Syafriadi