Pustaka Umum Kota Solok Launching Program "Bulir"

Wakil Walikota Solok Reinier menerima buku bantuan dari Yagemi untuk program Bulir.
Wakil Walikota Solok Reinier menerima buku bantuan dari Yagemi untuk program Bulir. (istimewa)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Keberadaan Perpustakaan Umum Kota Solok menjadi salah satu terminal pengetahuan di Kota Beras Serambi Madinah. Namun, selama ini yang terjadi adalah minat masyarakat umum untuk berkunjung ke pustaka tersebut sangat minim sekali.

Data Perpustakaan Umum Kota Solok sepanjang tahun 2016, hanya 5,2 persen saja atau sekitar 706 orang dari 13.461 total kunjungan keseluruhan yang datang berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Solok yang berada dalam Komplek Kantor Balaikota Solok.

baca juga: Kasus Covid-19 Kota Solok Bertambah Sembilan, Enam Diantaranya Kontak Erat

Berbagai faktor mempengaruhi minat baca masyarakat ini, salah satunya letak Perpustakaan Umum Kota Solok ini yang dinilai kurang strategis meski gedungnya sudah bagus dan representatif.

Untuk menyiasati meningkatnya minat baca masyarakat umum, Perpustakaan Umum Kota Solok bekerjasama dengan Yayasan Gemar Membaca Indonesia melaunching program Buku Bergulir (Bulir).

baca juga: Kelurahan Berprestasi Sumbar 2021, Tanjung Paku Wakili Kota Solok

"Program ini sangat bagus, Saya minta, minggu depan program ini sudah direalisasikan ke daerah pilot project awal," pesan Wakil Walikota Solok, Reinier di Kantor Perpustakaan umum Kota Solok , Kamis 26 Januari 2017 saat melauncing Program Bulir.

Menurut Reinier, untuk tahap awal, program ini akan dilakukan di 4 kelurahan sebagai percontohan dari 2 kecamatan di Kota Solok . Diantaranya kelurahan VI suku dan Kelurahan tanah garam kecamatan Lubuk Sikarah serta kelurahan kampung jawa dan kelurahan Nan Balimo di kecamatan Tanjung Harapan.

baca juga: Wako Solok : Koperasi Kekuatan Ekonomi Ditengah Pandemi

"Petugas kita akan lansung mengantarkan buku ke rumah rumah, dan buku ini akan digilir tiap 2 minggu sekali," terang Reinier.

Setiap paket buku terdiri dari 5 buah buku, yang disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan oleh keluarga tersebut. Ada buku untuk anak anak, buku untuk ibu-ibu dan buku untuk kepala keluarga.

baca juga: Pemko Solok Data Masyarakat Yang Belum Masuk JKN

"Kita sesuaikan dengan kebutuhan, kalau kepala keluarga seorang petani, maka kita sertakan buku cara bertani, selebihnya buku kita sesuaikan untuk kebutuhan anggota keluarga yang lain. Yang penting tepat sasaran lah," tukas Reinier.

Jika program ini berhasil, maka untuk tahun 2018 akan ditingkatkan jumlah dan rumah sasaran. Kalau bisa di seluruh rumah bisa mengakses pinjaman buku gratis ini.

Sementara itu, Kepala kantor Arsip, Dokumentasi dan perpustakaan mengatakan buku-buku ini merupakan bantuan dari yayasan Gemar membaca indonesia (Yagemi).

Menurutnya, ini merupakan salah satu langkah 100 hari kerja jajaran OPD baru untuk meransang minat baca masyarakat.

"Total ada 1000 buku yang diberikan oleh Yagemi dan dibagi menjadi 200 paket dan sudah siap untuk disalurkan," Hj. Mursiati.

Disisi lain, Arnos dari Yagemi Indonesia menyebutkan Kota Solok menjadi pilot projeck kedua setelah sebelumnya diterapkan di Kabupaten Solok oleh yayasan Dari Solok Saiyo Sakato ini.

"Selain menambah pengetahuan, membaca juga membentuk karakter masyarakat. Saatnya kita bangkitkan SDM Sumbar melalui budaya membaca," katanya.

[Syafriadi]

Penulis: Agusmanto