Turunkan Bendera Merah Putih, Polda Tahan Dua Aktivis ForBali

Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa di Bali.
Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa di Bali. (forbali.org)

DENPASAR, KLIKPOSITIF -- Dua aktivis Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) ditahan Polda Bali setelah sekian lama kasusnya bergulir. Kedua aktivis ForBali itu yakni, I Gusti Dharmawijaya alias Gung Omled dan I Made Joniantara alias De Jhon.

Kabid Humas Polda Bali , AKBP Hengky Widjaja membenarkan penahanan mereka setelah menjalani pemeriksaan pada Jumat lalu. Gung Omled dan De Jhon sejatinya telah sejak tahun lalu menyandang status tersangka penghinaan lambang negara. Namun, dia baru ditahan usai menjalani pemeriksaan Jumat lalu.

baca juga: Viral, Video Penampakan Wanita Saat Cari Korban Kecelakaan Maut

Hengky menjelaskan secara normatif alasan penahanan keduanya yang menurunkan bendera Merah Putih ketika menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Bali tahun lalu. Menurut Hengky, penetapan tersangka dan penahanan terhadap kedua aktivis yang getol menolak reklamasi Teluk Benoa itu murni semata untuk menjaga kewibawaan sang saka Merah Putih.

“Tidak ada kaitannya dengan pro dan kontra rencana reklamasi Teluk Benoa. Ini murni soal penegakan hokum dan semata-mata demi kehormatan bendera negara kita,” kata Hengky, Sabtu 11 Februari 2017.

baca juga: Buronan Interpol Kabur, DPR Pertanyakan Keamanan Kantor Imigrasi

Hengky mempersilakan warga Bali melakukan aksi demonstrasi menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun, katanya, aksi demonstrasi harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, menjaga ketertiban dan tidak melecehkan simbol-simbol negara. Itu hak masyarakat yang diatur dan dilindungi Undang-undang.

Keduanya ditahan untuk jangka waktu 20 hari ke depan."Hendaknya aksi itu juga dilakukan dengan tertib dan tidak melecehkan serta menghina simbol negara,” tutup Hengky.

baca juga: Ini Penjelasan BMKG Soal Suara Dentuman di Buleleng Bali

[Bobby Andalan]

Penulis: Agusmanto