Wakil Gubernur Sumbar Resmi Bagala Datuak Malintang Panai

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit saat didaulat menjadi Datuak Malintang Panai
Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit saat didaulat menjadi Datuak Malintang Panai (Humas Pemprov Sumbar)

Wakil Gubernur Sumatra Barat ( Sumbar ) Nasrul Abit resmi didaulat menjadi Penghulu Kaum Malintang Panai, Suku Panai Tanjung, Air Haji, Pesisir Selatan dengan gelar Datuak Malintang Panai. Penobatan ditandai dengan "alek gadang" (prosesi malewakan gala) yang berlangsung di Labuhan Tanjak Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan tersebut akan dihadiri semua komponen dan lapisan masyarakat serta pejabat daerah kabupaten kota. 

Gelar itu sekaligus menepis anggapan yang selama ini beredar di masyarakat Pesisir Selatan bahwa beliau tidak memiliki suku dan bukan warga asli Air Haji, Pesisir Selatan.

baca juga: Pemkab Pessel Apresiasi Kiprah PKPS untuk Daerah

"Dilewakan gala Datuak Malintang Panai ini, sehingga masyarakat dapat memahami bahwa beliau memang asli orang minang yang berasal dari Nagari Air Haji yang memiliki sako pusako, tapian tampek mandi serta mempunyai pandam pakuburan yang berasal dari Kaum Malintang Panai, Suku Panai Tanjuang Nagari Air Haji dan menepis isu yang selama ini beredar bahwa beliau  tidak memiliki suku dan bukan warga asli Air Haji, Pesisir Selatan," ujar Mamak Kepala Waris, Drs.H.Lukman Yakub saat sambutan malewakan gala Datuak Malintang Panai, Sabtu (11/2) di Labuhan Tanjak Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan 

Ia menambahkan, beliau Narul Abit lahir di Labuhan Tanjak ini 61 Tahun yang lalu, dimana Orang Tua perempuannya bernama Hj. Syamsinar yang saat ini masih hidup,sedangkan orang tua laki-lakinya bernama H. Abit yang telah meninggal dunia pada tahun 2011 lalu. Istrinya bernama H. Wartawati dari Suku Chaniago dengan gelar Puti Reno Intan dibawah Datuak Panduko Suleman Pasar Bukit.

baca juga: Emersia Grup Rayakan Milad ke-9 Bersama Penyandang Disabilitas Tanah Datar

Sambungnya, dalam malewekan gala Datuk Malintang Panai dari suku Panai Tanjung Air Haji ini dilakukan secara demokratis melalui musyawarah yang mengantikan Syahrial yang telah lanjut usia dan kondisi kesehatan yang sudah berkurang sehingga tidak dapat begitu aktif dalam semua kegiatan. Dengan Pengusulan telah mendapat persetujuan Kerapatan Adat Nagari (KAN) beserta niniak mamak, Air Haji.

"Bahkan, kami sudah sejak tahun 2000 sudah meminta kemenakan kami Nasrul Abit untuk ditunjuk menjadi Datuak Malintang Panai namun yang bersangkutan belum bersedia. Setelah menunggu selama 16 tahun dan atas kesepakatan hasil rapat bersama Kaum Malintang Panai pada tanggal 19 Juli dan 30 Desember 2016 barulah yang bersangkutan bersedia, dengan telah dilakukannya sidang sako pusako yang dilaksanakan oleh Rajo Adat / Ketua KAN Air Haji dengan dihadiri oleh saksi sidang sako pusako," tuturnya. 

baca juga: Semen Padang Kembali Raih Juara 1 Keterbukaan Informasi Publik

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar , Nasrul Abit Datuak Malintang Panai mengatakan, sejak lama diminta untuk menjadi Penghulu oleh sanak dan kemanakan, namun karena kesibukan belum bisa memegang amanah ini. Serta, dilewakan gala ini juga dapat menepis anggapan yang beredar bahwa bukan asli orang minang.

"Iya memang dulu ada anggapan beberapa orang yang anggap saya bukan asli Minang dan Pesisir Selatan, serta tidak memiliki suku. Jadi ini dapat menepis semua anggapan yang beredar selama ini," tuturnya.

baca juga: Milad ke-109, Muhammadiyah Siap Dukung Program Bupati dan Wabup Pessel untuk Kemajuan Daerah

"Saya lahir disini di Air Haji, pandam pakuburan ada di Pasar Bukit, serta juga ada harto pusako kaum. Saya harap isu-isu buruk bahwa saya tidak punya suku itu tidak lagi berkembang," ulasnya.

Ia menambahkan, akan memegang amanah yang telah diberikan kepadanya sebagai Penghulu Kaum Malintang Panai, Suku Panai Tanjung, Air Haji Pesisir Selatan dengan sebaiknya-baiknya. 

"Saya akan berbagi waktu, sehingga tidak menganggu kedua tugas yang telah diemban, yakni Penghulu Kaum Malintang Panai, Suku Panai Tanjung dan Wakil Gubernur Sumbar ," tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Irwan Prayitno berharap dengan diberikan gelar datuak yang menjadi panutan bagi sanak kemanakan dapat dijalankan dengan baik oleh Wagub Sumbar Nasrul Abit dalam memimpin kaumnya.

"Ini merupakan amanah yang mesti diemban, dan mesti menjadi pemipin yang baik bagi sanak dan kemanakan. Karena seorang datuak telah disumpah untuk dapat memipin sanak kemanakan dengan sebaik-baiknya, serta tidak sembarangan orang yang dapat bergelar datuak ini harus memiliki kepribadian ketokohan sesuai permintaan kaumnya," pungkas Irwan. (Webtorial)

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Adil Wandi