Kesadaran Masyarakat Terhadap Laporan Kasus Asusila Meningkat

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Kiri), Kepala Badan Pusat Statistik Sumbar Sukardi (Kanan)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Kiri), Kepala Badan Pusat Statistik Sumbar Sukardi (Kanan) (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kesadaran masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk melaporkan kejahatan terhadap kesusilaan meningkat. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk kesuksesan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pmprov) Sumbar dalam melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat untuk ikut peduli dengan tindakan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di daerah tersebut.

“Selama ini Pemprov dan Pemkab/Kota telah melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi yang dilakukan bersama lembaga terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak diharapkan tindakan kekerasan dapat menurun. Kita Pemprov juga sedang merampungkan kebijakan dengan membuat kelompok ketahanan keluarga di tingkat nagari, dimana salah satu bidang pencegahan dan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak," sebut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumbar Ratna wilis, Kamis (2/3).

baca juga: Wagub Sumbar Jemput Aspirasi Masyarakat ke Pelosok Pasaman

Berdasarkan data yang dilansir biro pengendalian Operasi Mabes Polri pada tahun 2016 terkait kejadian kejahatan terhadap kesusilaan di Sumbar yang terjadi pada tahun 2015, Sumbar berada di urutan pertama dengan adanya 369 laporan yang masuk terkait kasus tersebut. Dimana untuk tindakan pemerkosaan sebanyak 67 kasus, sementara tindakan pencabulan tercatat 302 kasus.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kejadian terkait adanya kasus pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi di lingkungan sekitarnya, sehingga potensi jatuhnya korban terhadap tindakan kesusilaan berupa pemerkosaan dan pencabulan ini dapat dicegah sebelum jatuh korban berikutnya dan ini juga merupakan prestasi Polda Sumbar dalam mengungkap kasus dan sekaligus menangani kasus," jelasnya.

baca juga: Irwan Prayitno Terpilih Sebagai Kepala Daerah Terinovatif dalam Pengembangan Wisata Halal Versi ASR

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Sukardi menyebutkan, data Mabes Polri tentunya punya catatan tentang kejahatan yang terjadi, diantara kejahatan kesusilaan dan kejahatan terhadap kemerdekaan orang di semua Provinsi di Indonesia.

"BPS tidak melakukan survey terhadap kejahahatan asusila, berdasarkan data yang dihimpun tersebut, di Sumbar terdapat laporan jumlah 302 kasus pencabulan dan kasus pemerkosaan 62. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa di Sumbar tingkat kejahatan asusila tertinggi di antara Provinsi lainnya di Indonesia, karena data tersebut hanya laporan yang diberikan masyarakat" terangnya saat ditemuai di ruang kerjanya (2/3).

baca juga: Disdik Sumbar Ajak Siswa Kembangkan Bakat Melalui Lomba Debat

Lanjut, menurut Sukardi, kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindakan kekerasan yang menimpa perempuan dan anak kepada pihak kepolisian sangat bagus di Sumbar. Ini tentunya harus dapat diikuti oleh daerah lainnya agar ikut membantu pencegahan kasus kejahatan kesusilaan berupa pemerkosaan dan pencabulan.

"Mungkin saja didaerah lain laporan kasus tersebut sedikit atau tidak ada sama sekali, hal tersebut bisa jadi dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakatnya untuk melaporkan," terangnya.

baca juga: Peningkatan Kualitas Pendidikan, Kadisdik Sumbar: Guru Harus Melek Teknologi Informasi

"Seperti yang kita lihat pada data statistik kriminal yang disampaikan di tahun 2016 lalu tersebut, salah satunya pada kasus pencabulan. Terdapat tiga daerah yang tidak ada laporan kasus pencabulan kepada pihak kepolisian, yakni Sumatera Utara, Riau dan Nusa Tenggara Barat. Ini bisa saja berkemungkinan masyarakat disana segan atau malu untuk melaporkan," ungkapnya. (Khadijah)

[Joni]

Penulis: Webtorial