20 Ribu Hektar Hutan TKNS di Pessel Dirusak

Kondisi hutan di TNKS yang dirambah untuk pembukaan lahan.
Kondisi hutan di TNKS yang dirambah untuk pembukaan lahan. (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sahyudin mencatat sekitar 20 ribu hektar lebih kawasan hutan lidung di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan-Sumbar telah mengalami kerusakan sampai tahun 2017 ini.

Hal tersebut diantaranya diakibatkan oleh banyaknya perambahan dan penebangan hutan yang dilakukan masyarakat untuk membuka lahan baru. "Kerusakan yang paling parah itu, diakibatkan karena perambahan Hutan yang sulit diminimilisir dan sampai berdampak terhadap hutan TNKS sendiri," jelas Sahyudin kepada KLIKPOSITIF .

baca juga: Pemkab Pessel Percepat Penyaluran BLT Nagari Guna Menjaga Daya Beli Masyarakat

Menurutnya, luas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan secara keseluruhannya mencapai sekitar 2.60.967.58 ribu hektar. Dari luas keseluruhan TNKS sekitar 1.398.509.58 hektar secara de facto. "Itu terhitung dari 14 Kecamatan dan 50 nagari yang ada di Pessel ," sebutnya.

Dijelaskannya, luas kawasan hutan TNKS yang rusak dan berdasarkan catatan yang terpantau oleh pihak Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai Besar TNKS, khusus di Pesisir Selatan melalui pemantau satelit. Kerusakan hutan terjadi di daerah itu masuk kategori memprihatinkan, sebab dari jumlah total luas hutan TNKS, 8 persennya terdapat di daerah itu.

baca juga: Pessel Terima Bantuan Bedah Rumah Rp 4,4 Miliar dari Pemerintah Pusat

"Ini sudah masuk pada kategori mengkhawatirkan berdasarkan pantauan satelit terdapat 20.628 Hektar hutan TNKS telah mengalami kerusakan parah atau telah mencapai 8% dari total yang ada secara keseluruhan di daerah ini," terangnya.

Dia memahami, terjadinya kerusakan hutan TNKS tersebut berdasarkan ketidaktahuan masyarakat terhadap batas-batas hutan yang harus digarap dan dilindungi. Untuk mengantisipasi bertambahnya kerusakan hutan TNKS akan terus berupaya mengimbau masyarakat dengan melakukan sosialisasi bersama pihak terkait untuk meminimalisir kerusakan tersebut.

baca juga: Hilang Berhari-hari, Seorang Nelayan Batang Kapas Ditemukan Meninggal

"Masyarakat kebanyakan masih tidak mengetahui dimana batas dan apa kriteria dari hutan TNKS ini. Maka, mereka bisa secara leluasa membuka lahan pertanian dan ini akan terus disadarkan kepada masyarakat bersama pihak-pihak terkait," tutupnya.

[Kiki Julnasri Priatama]

baca juga: HUT RI ke 76, Bupati Pessel Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus

Penulis: Agusmanto