Polda Bali Selidiki Upaya Reklamasi Ilegal di Tahura Ngurah Rai

Ekspos Penyelidikan Reklamasi di Tanjung Benoa oleh Polda Bali
Ekspos Penyelidikan Reklamasi di Tanjung Benoa oleh Polda Bali (KLIKPOSITIF/Bobby Andalan)

DENPASAR, KLIKPOSITIF  -- Kepolisian Daerah (Polda) Bali melakukan penyelidikan terkait informasi reklamasi ilegal yang dilakukan warga Tanjung Benoa, Denpasar, Bali .

Kanit I Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali , Komisaris I Ketut Soma Adnyana membenarkan hal tersebut, upaya reklamasi itu merupakan instruksi Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya.

baca juga: Viral, Video Penampakan Wanita Saat Cari Korban Kecelakaan Maut

"Lokasinya itu Taman Hutan Raya Ngurah Rai, pesisir barat Pantai Tanjung Benoa," katanya pada KLIKPOSITIF .

Ia mengatakan, penyelidikan kasus tersebut dilakukan dari adanya surat yang dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Peduli Mangrove pada 18 Februari 2017.

baca juga: Buronan Interpol Kabur, DPR Pertanyakan Keamanan Kantor Imigrasi

Tiga hari selanjutnya, laporan yang sama juga datang dari LSM Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup yang melaporkan reklamasi ilegal tersebut.

‎Soma mengaku tim kepolisian telah mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama instansi terkait. "Kita sudah tiga kali turun ke TKP," ujarnya.

baca juga: Ini Penjelasan BMKG Soal Suara Dentuman di Buleleng Bali

Dari hasil investigasinya, Soma mengungkapkan tindakan reklamasi tersebut sudah berjalan hingga ke aktivitas penimbunan yang dilakukan di areal seluas 5 are (500 meter persegi).‎ Namun, aktivitas itu kini telah dihentikan.

"Hasil pengecekan sudah tidak ada kegiatan penimbunan, sudah diratakan bekas timbunan, bedeng sudah dibongkar. Lebarnya 10 meter dan panjang 20 meter penimbunannya," jelas dia.

baca juga: Lapan Sebut Ledakan di Buleleng Bali Pada Minggu Pagi Mirip Peristiwa Serupa di Bone Sulawesi Selatan

Saat ini, ia mengaku masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, salahsatunya Bendesa Adat Teluk Benoa yang merupakan terlapor.

"Ada 11 saksi yang sudah kita periksa, termasuk terlapor yakni Bendesa Adat Teluk Benoa. Dalam waktu dekat, usai Nyepi kita akan panggil kembali untuk dimintai keterangan," katanya.

[Bobby Andalan]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa