Alat Deteksi Dini Bencana di Pessel Dilarikan Maling

Pintu tempat alat pendeteksi tsunami dan radio komunikasi di Pessel dikupak maling.
Pintu tempat alat pendeteksi tsunami dan radio komunikasi di Pessel dikupak maling. (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Alat pendeteksi tsunami dan radio komunikasi antar instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Pesisir Selatan ( Pessel )-Sumbar hilang digondol maling. Akibat hilangnya sejumlah alat ini, informasi peringatan dini bencana di daerah ini juga akan terganggu.

Kabid Pascabencana dan Kesiapsiagaan BPBD Pessel , S. Marpaung mengatakan, kejadian ini terjadi pada Senin 27 Maret 2017 kemarin. Diketahui hilangnya sejumlah alat ini, setelah ada pengecekan dilakukan oleh tim teknisi dari Provinsi Sumbar pada hari kejadian. Diperkirakan kerugian akibat pencurian tersebut mencapai Rp1 miliar.

baca juga: Pertahankan WTP 5 Kali Berturut, Pessel Diganjar Penghargaan Kemenkeu

"Kami mengetahui hilangnya alat-alat tersebut setelah melakukan pengecekan Senin 27 Maret 2017 lalu. Namun, saat pengecekan dilakukan, alat-alat itu sudah tidak ada lagi," sebut Marpaung saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa 28 Maret 2017.

Menurutnya, hilangnya sejumlah alat tersebut diduga kuat dilakukan oleh pencuri. Sebab, pintu tempat penyimpanan alat-alat yang terletak di Bukit Biawak, Kecamatan IV Jurai, Pessel itu terlihat terbuka dan juga ada bekas congkelan.

baca juga: Maksimalkan Vaksin Setiap Hari, Camat Sutera Monitoring ke Nagari

"Aksi pencurian ini sangat berisiko dan merugikan daerah kita, karena tidak bisa lagi mendeteksi bencana tsunami secara dini," jelasnya.

Terpisah, Kapolres Pessel , AKBP Deni Yuhasdi melalui Kasat Reskrim, AKP Muhardi Ilyas mengatakan, kejadian tersebut sudah diterima pihak Polres Pessel dengan Nomor Laporan : 104/B/III/2017/SPKT- C/Res- Pessel . Untuk mengetahui indikasi hilangnya alat-alat tersebut, pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan.

baca juga: Realisasi PAD Rendah, Sekda Pessel Minta Bapen Tingkatkan Kinerja

"Kerugian yang dilaporkan kepada kami diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Saat ini, pihak sedang dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk upaya penyidikan lebih lanjut," tutupnya.

[Kiki Julnasri Priatama]

baca juga: Kebut Vaksinasi Hingga Akhir Tahun, Ini yang Dilakukan Pemkab Pessel

Penulis: Agusmanto