Kiribati Puji Upaya Indonesia Tanggulangi Dampak Perubahan Iklim

Pertemuan dengan Duta Besar RI dan Presiden Republik Kiribati
Pertemuan dengan Duta Besar RI dan Presiden Republik Kiribati (KBRI)

KLIKPOSITIF - Presiden Republik Kiribati, YM Taneti Maamau, memuji peran Indonesia dalam upaya menanggulangi masalah perubahan iklim global dan meminta bantuan negara ini untuk masalah tersebut, serta ingin bertukar pengalaman dengan Indonesia

"Kiribati mengalami masalah besar akibat naiknya permukaan air laut. Kami paham Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi masalah serupa. Oleh sebab itu kami meminta bantuan Indonesia dan ingin bertukar pengalaman dengan Indonesia ," kata Maamau, dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri RI.

baca juga: Mengenal Djunaidy Abdillah, Legenda Sepakbola Indonesia di Era 60-an

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Fiji merangkap Kiribati, Tuvalu dan Nauru, Dr Gary R Jusuf seusai penyerahan surat-surat kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Republik Kiribati, di State House, South Tarawa.

Dalam kesempatan ini,Presiden Maamau, yang merangkap sebagai Menteri Luar Negeri Kiribati, juga menyampaikan terima kasih atas bantuan pembangunan kapasitas SDM yang selama ini telah diberikan Indonesia kepada masyarakat Kiribati.

baca juga: Gara-gara Susi Pudjiastuti, Legenda Tinju Mike Tyson Tertarik Untuk Datang ke Indonesia

"Bantuan Indonesia berupa beasiswa, pelatihan maupun kursus singkat sangat kami hargai. Masyarakat Kiribati merasakan manfaatnya, dan berharap penawaran dapat terus berlanjut di masa mendatang," katanya.

Kiribati sendiri terletak di sub-kawasan Pasifik (Mikronesia) dan merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas (lebih kurang 3,5 juta kilometer per segi). Namun luas daratannya sangat kecil dan tersebar dalam tiga gugusan kepulauan yang masing-masing berjauhan letaknya.

baca juga: Indonesia akan Bangun Kantor Layanan Haji dan Umrah di Arab Saudi

Luas daratan yang terdiri dari 34 atol dan karang, bila digabungkan hanya seluas 811 kilometer per segi. Wilayah daratan Kiribati saat ini terancam oleh meningkatnya permukaan air laut akibat perubahan iklim yang parah.

Dikhawatirkan pada tahun 2030, sebagian besar wilayah daratannya akan tenggelam. Saat ini kenaikan permukaan air laut sudah mencapai 20 mimi meter per tahun dan seringkali saat terjadinya gelombang besar (King Tide) mencemari sumber air tawar penduduk dan mematikan tumbuhan di sekitarnya.

baca juga: Penyair Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya climate change refugees di kemudian hari, Kiribati telah membeli sebidang tanah (2,200 hektare) di sebuah pulau di Fiji.

Hubungan diplomatik antara RI dan Kiribati dibuka pada tahun 2013. Meskipun jarak antara kedua negara sangat jauh namun di Kiribati terdapat beberapa pengusaha lokal yang mengimpor komoditi makanan dan minuman dari Indonesia .

Pada masa lalu perusahaan penerbangan Kiribati pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan penerbangan Merpati Nusantara dalam hal pemeliharaan pesawat.

Saat ini pemerintah Kiribati juga sedang menunggu pesanan satu Landing Craft senilai US$1,7 juta dari sebuah perusahaan swasta di Indonesia . Menurut rencana Kiribati akan memesan kapal lagi dari Indonesia . Sementara itu di bidang kerja sama teknik dan sosial budaya, tercatat sudah 18 orang warga negara Kiribati yang memperoleh beasiswa, pelatihan dan kursus singkat di Indonesia .

Perangkapan perwakilan diplomatik dengan Republik Kiribati melalui KBRI Suva, Fiji merupakan kebijakan pemerintah Indonesia untuk lebih memperkokoh posisi Indonesia yang secara geografis juga termasuk negara kawasan Pasifik. Peluang untuk lebih meningkatkan hubungan RI-Kiribati cukup besar, khususnya melalui kerjasama di sektor industri perikanan dan kopra. (*)

Penulis: Eko Fajri