Penjambret Todong Ibu dan Anaknya dalam Angkot di Jakarta

Screenshot aksi penyanderaan di Jakarta.
Screenshot aksi penyanderaan di Jakarta. (youtube)

JAKARTA , KLIKPOSITIF -- Risma Oktaviani (25) yang menggendong anaknya Daffa (2) menjadi korban penodongan saat menaiki angkutan kota (angkot) T-25 jurusan Rawamangun-Pulo Gebang, Jakarta Timur. Aksi penodongan ini berlangsung cepat karena awalnya pelaku ini berniat hendak menjambret, namun berujung dengan penyanderaan.

Aksi tersebut terjadi ketika angkot yang ditumpangi oleh korban dan anaknya melaju di jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, tepatnya di dekat Buaran Theater. Pelaku yang diketahui bernama Hermawan (30) datang dan kemudian menaiki angkot tersebut serta langsung menodongkan pisau ke leher korban.

baca juga: Setelah Berkuasa 30 Tahun, Presiden Chad Tewas Ditembak Pemberontak

Belum jelas penyebab aksi penodongan tersebut. Saat ditodong, Risma berteriak meminta tolong dan seketika sopir angkot menghentikan laju kendaraannya. Di tengah kepadatan arus lalu lintas, pelaku panik.

Dalam sekejap, massa yang sudah ramai langsung mengepung pelaku yang menyandera korbannya di dalam angkot. Pelaku meminta massa yang mengepungnya untuk bubar dan sopir untuk menjalankan angkotnya. Permintaan itu dilakukan sambil mengancam korban menggunakan pisau.

baca juga: Didatangi Warga dan BNN di Kantor Gerindra, Ketua DPRD Pasaman Barat Minta Maaf

Permintaan tersebut diacuhkan sopir dan massa masih bertahan mengeliling angkot. Tak lama kemudian polisi datang dan pelaku berhasil dilumpuhkan dan diamankan.

Pelaku dibawa di ke Kantor Polisi Subsektor Klender sebelum dibawa ke Polsek Duren Sawit. "Ibu korban mengalami luka di kedua tangan. Bayinya itu luka di punggung kena pisau pelaku. Korban lalu dirujuk ke RS Persahabatan di Rawamangu, " jelas Kapolsek Duren Sawit, Kompol Yudho Kuntoro.

baca juga: Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Korban Bus Gemarang & Kecelakaan Sitinjauk Lauik

Menurut Yudho, pelaku ini adalah seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. Sebelum menodong, pelaku juga diketahui menjambret.

Uang hasil kejahatan yang didapatnya tersebut juga digunakan untuk berfoya-foya dan berjudi. "Pelaku ini sudah menjadi TO dalam beberapa kasus juga," tutup Yudho.

baca juga: Pria Ditemukan Meninggal di Pariaman, Diduga Bunuh Diri

[Heri Effendi]

Penulis: Agusmanto